primaradio.id – Terkait dengan pesawat Rusia yang jatuh di Laut Hitam, Menteri Perhubungan Rusia, Maxim sokolov menjelaskan bahwa kemungkinan ada dua faktor yang membuat insiden itu terjadi. Dua faktor itu adalah kesalahan pilot atau kesalahan teknis.
Seperti diketahui, Pesawat militer Tu-154 menghilang dua menit setelah lepas landas dari bandar udara Adler di Sochi pada 5.25 waktu setempat hari Minggu (25/12). Pesawat tersebut sedianya akan mendarat di Latakia, Suriah, usai bertolak dari Moskow. Pesawat yang berisi 92 penumpang tersebut transit di Sochi untuk melakukan pengisian bahan bakar. 92 penumpang tersebut, termasuk juga 64 anggota band militer kenamaan, Alexandrov, yang sengaja didatangkan ke Suriah untuk menghibur para tentara yang bertugas di sana.
Dikutip dari BBC, Tim penyelidik belum mengeluarkan keterangan tentang sebab-sebab kecelakaan, namun konsensus di kalangan para pejabat Rusia adalah kecelakaan ini bukan karena aksi terorisme. Sementara Dinas rahasia Rusia, FSB, sementara itu mengatakan pesawat yang sedianya terbang ke Suriah ini jatuh karena ‘benda asing pada mesin atau masalah di bahan bakar.
Hingga saat ini Upaya pencarian pesawat dan korban di Laut Hitam terus dilakukan. Lebih dari 3.000 personel dan didukung oleh 45 kapal, pesawat, helikopter, dan drone dikerahkan dalam pencaraian ini. Rusia bahkan mengerahkan semacam kapal sela untuk mendeteksi keberadaan badan pesawat. Sementara itu, hingga Senin petang, 11 jenazah dan 154 potongan tubuh ditemukan dan para pejabat meyakini sebagian besar korban masih terperangkap di badan pesawat. (Joe)






