primaradio.id – Kota Aleppo, Suriah kembali membara setelah pesawat-pesawat tempur Rusia dilaporkan kembali melancarkan serangan udara di distrik-distrik yang dikuasai oleh pemberontak. 25 orang dilaporkan tewas akibat serangan itu, termasuk juga anak-anak. Sementara itu, oleh aktivis, serangan tersebut dinilai sebagai bombardir terbesar dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Suriah sendiri sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata, dengan tujuan agar warga sipil bisa mendapat bantuan logistik yang dikirim oleh badan-badan Internasional. Namun gencatan senjata yang didorong oleh AS dan Rusia itu gagal pada bulan lalu. Aleppo pun kembali membara henya selang beberapa hari sejak gencatan senjata diumumkan.
Sementara itu, serangan kali ini terjadi setelah jeda sementara yang dilakukan pemerintah Suriah, agar warga sipil mendapat kesempatan untuk bisa meninggalkan kawasan yang dikuasai pemberontak di timur kota Aleppo.
Dikutip dari BBC, Pada Senin, Hollande mengatakan bahwa pejabat Rusia bisa menghadapi tuntutan kejahatan perang atas pengeboman di Aleppo. Sementara Moskow berulangkali membantah keterlibatannya dalam menyerang warga sipil, dan mereka mengatakan bahwa mereka menyasar kelompok teroris di Suriah. (Joe)






