primaradio.id – Minimnya serapan kredit pertanian di Jawa Timur, membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat peranan perbankan untuk lebih membuka akses kredit ke sektor pertanian.
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK, Budi Susetio, di Surabaya, Kamis (15/09/16) mengatakan, kredit pertanian perbankan diakui memang masih kecil, karena bank masih mengkhawatirkan potensi kredit macet atau NPL, terutama kredit petani gabah atau beras.
Budi Susetio, juga menambahkan, untuk meningkatkan share kredit pertanian, OJK dan perbankan serta asuransi akan membuat kebijakan tentang kemudahan akses keuangan bagi para petani untuk dapat dengan mudah mendapatkan pembiayaan pertanian. (Trs/Joe)






