primaradio.id – Dari total 6.500 pondok pesantren di Jawa Timur, hanya sekitar 900 lembaga yang sudah memiliki program pendidikan kesetaraan.
Menurut Kasi Diniyah Formal dan Kesetaraan Kemenag Jatim Sholeh mengatakan bahwa sampai saat ini masih berupaya menyelesaikan proses pendaftaran NPSN dan NISN lembaga pendidikan ini. Hal ini diperlukan untuk pendataan peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).
Sholeh juga menambahkan, jumlah warga belajar dari pondok pesantren di Jatim ini cukup besar. Tahun lalu, jumlahnya mencapai 8.000 peserta untuk ujian paket C dan 9.000 untuk ujian ula dan wustho.






