primaradio.id – BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga bulan Oktober 2015, telah menyalurkan dana kelolaan sebesar Rp198,67 triliun.
Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan posisi ini tumbuh 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan hasil investasi mencapai Rp14,71 triliun atau memberikan imbal hasil (yield on investment annualized) sebesar 9,14 persen. BPJS Ketenagakerjaan hanya menginvestasikan dana yang dikelola sesuai dengan ketentuan pemerintah sehingga memenuhi standar kehati-hatian, yaitu deposito sekitar 22 persen, surat utang 48 persen, saham 21 persen, reksa dana 8 persen, penyertaan langsung dan properti sekitar 1 persen.
Dengan potensi dana kelolaan yang besar ini, dipastikan dana tersebut juga dikelola sesuai dengan kebutuhan programnya agar memberikan hasil yang optimal bagi peserta, seperti program JHT (Jaminan Hari Tua)
Dari sisi pengajuan klaim peserta hingga Oktober 2015, Elvyn menyebutkan total klaim JHT yang telah dibayarkan mencapai Rp11,86 triliun atau meningkat 31,95 persen, untuk JKM sebesar Rp317,39 miliar atau meningkat 12,96 persen, JKK Rp574,96 miliar atau meningkat 1,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(zum/nji)






