Home Features Peduli Bumi, Seorang Remaja Putri Rancang Fashion Daur Ulang Limbah Sedotan

Peduli Bumi, Seorang Remaja Putri Rancang Fashion Daur Ulang Limbah Sedotan

360 views
0
SHARE

primaradio.id – Saat seorang designer membuat sebuah rancangan busana dengan segala kreatifitasnya maka itu adalah hal lumrah dan sudah biasa. Tetapi jika seorang gadis remaja yang peduli dengan lingkungan hidup dan berusaha mewujudkjan hayalanya maka ini adalah hal besar perlu didampingi dan di apresiasi.

Dylla Rahma Febriani, remaja berusia 13 tahun asal Surabaya yang menyandang gelar INDONESIA’S GIRL JUNIOR 2020 dari sebuah ajang pemilihan Puteri Remaja Nasional mencoba mewujudkan misi vokasinya yaitu PEDULI LIMBAH SEDOTAN.

Salah satu tugas yang harus Dylla wujudkan selama menyandang gelar tersebut hingga Juni 2021 nanti yaitu kepedulianya terhadap lingkungan hidup. Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Dylla ingin mengingatkan kepada para remaja seusianya untuk menggunakan Sedotan Plastik secara bijak atau tidak menggunakan sedotan plastik yang bisa menjadi limbah yang susah didaur ulang.

“Karena sedotan banyak sekali digunakan oleh masyarakat sehingga banyak sekali limbah sedotan yang seringkali saya jumpai, “katanya kepada reporter Primaradio.

Kepedulian Dylla terhadap limbah sedotan plastik setelah Dylla membaca artikel tentang Micro Plastik yang dihasilkan dari limbah plastik yang dimakan oleh ikan-ikan yang pada akhirnya membahayakan umat manusia. Di era modern ini remaja adalah konsumen produk makanan dan minuman cepat saji yang menggunakan wadah dan sedotan plastic adalah target utamanya.

Menurut Dylla agar para remaja tertarik pada programnya ini, Dylla ingin memberi pendekatan melalui fashion. Untuk itu Dylla berkolaborasi dengan Designer Embran Nawawi agar mendapatkan pemahaman dalam merancang dan membuat busana menggunakan sedotan plastik yang dapat dipakai dan akan menjadi maskot Peduli Limbah Sedotan.

Menghabiskan waktu selama 1 bulan coaching dengan Embran Nawawi, Dylla dapat mewujudkan buah fikirannya mengenai fashion recycle sedotan dari hasil survey di dunia maya. Selain itu Dylla juga mendapatkan pemahaman akan mengenai Fashion Zero Waste yang juga salah satu cara pengurangan limbah dalam lingkungan hidup.

“Kesulitannya adalah karena bahannya agak susah dan kaku, jadi pengerjaannya membutuhkan waktu dan ketelatenan yang lama, “tambahnya.

Hasil dari coaching dengan Embran Nawawi Dylla siap mewujudkan Busana Daur Ulang Limbah Sedotan yang ia kenakan dan akan di pajang di beberapa tempat agar dapat menginspirasi para remaja untuk tidak menambah limbah sedotan.

Dylla Rahma Febriani dengan vokasinya ini akan menjadi inspirasi bagi remaja seusianya dan bahkan para orang tua serta anak-anak untuk bijaksana menggunakan sedotan plastic dan sebisa mungkin untuk dapat mengurang penggunaan sedotan plastik dan menggantikanya dengan sedotan kertas atau sedotan yang bisa dipakai berkali-kali.

“Tanpa sedotan plastik kita masih bisa menikmati minuman kesukaan kita, “pesannya.

Dylla pun mengajak masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja untuk mengurangi penggunaan sedotan, serta lebih bijak dan kreatif dalam mengaplikasikan limbah sedotan menjadi suatu produk yang bermanfaat. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here