Home Features Pawai Ogoh-Ogoh Simbol Kebhinekaan

Pawai Ogoh-Ogoh Simbol Kebhinekaan

1,189 views
0
SHARE

primaradio.id – Sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939., umat Hindu menggelar upacara Tawur Agung Kesanga. Salah satunya yang dilakukan Pura Segara Kenjeran.

Pawai Ogoh Ogoh adalah bagian dari prosesi Tawur Kesanga. Pawai ogoh Ogoh sendiri merupakan ritual melenyapkan roh jahat.

Sebanyak 11 Ogoh-Ogoh diarak keliling Kampung Kenjeran. Start pawai dimulai dari Pura Segara Kenjeran, kemudian menuju Pantai Mentari melintasi Jembatan Suroboyo dan kembali ke Pura.

Selain menampilkan Ogoh-Ogoh, ada juga pertunjukan Reog dan tari Sapu jagat.

Pawai seni Ogoh-Ogoh dibuka oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan perayaan ini mampu membawa pesan damai bagi semua umat beragama. Artinya, seluruh umat beragama mampu menghargai serta menghormati perbedaan antar kalangan umat beragama.

“Tentu hal ini merupakan peran para tokoh agama dan masyarakat yang memelihara toleransi,” ucapnya.

Risma berharap, momen Hari Raya Nyepi mampu menjadikan warga Surabaya lebih baik dan selalu rukun satu dengan yang lain.

Risma juga sempat menyinggung jumlah Ogoh-Ogoh yang diarak dalam pawai kali ini hanya berjumlah 11 Ogoh Ogoh, kalah dari Blitar yang mencapai 171 Ogoh Ogoh. Tapi hal ini tidak mengurangi keindahan pawai Ogoh Ogoh.

ogoh 2

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya, I Wayan Suraba mengatakan tema yang diangkat dalam perayaan ini untuk memperkuat toleransi kebhinekaan berbangsa dan bernegara demi keutuhan NKRI.

“Meskipun kita berbeda, kita tetap satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Oleh karenanya sesama manusia tidak boleh saling menyakiti,” tegas Wayan.

Wayan juga menjelaskan makna sebelas ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam acara tersebut. Bentuk ogoh-ogoh tersebut ada kaitannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu merefleksikan ego dan nafsu umat manusia.

“Diharapkan manusia mampu mengubah kehidupan yang dulunya tidak baik, kini menjadi lebih baik,” tutur Wayan. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here