Home Pendidikan & Kesehatan Pastikan Anak Nakes Dapat Kuota PPDP, Komisi E Sidak ke Cabang Dinas...

Pastikan Anak Nakes Dapat Kuota PPDP, Komisi E Sidak ke Cabang Dinas Pendidikan Jatim

569 views
0
SHARE
Komisi E Sidak ke Cabang Dinas Pendidikan Jatim (Foto: Dok Kominfo Jatim)

primaradio.id – Setelah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan instruksi yaitu memberikan kuota prioritas bagi anak – anak tenaga medis yang akan masuk SMA/SMK, hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh anggota DPRD Jatim, Adam Rusydi, dengan mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jatim di Sidoarjo.

Diterima langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Lutfi Isa Ansori, Adam langsung mengkonfirmasi beberapa hal terkait instruksi Gubernur ini,

“Saya ingin tahu terkait kuota anak anak dari paramedis yang mendaftar di SMA dan SMK di Sidoarjo ini seperti apa kebijakan terhadap mereka sesuai apa yang disampaikan Ibu Gubernur,” kata Adam saat dikonformasi, Jumat (19/6).

Menurut, Adam anak tenaga medis ini layak diprioritaskan karena orang tua mereka sudah mecurahkan tenaga, waktu dan keselamatannya untuk menangani pasien terinfeksi Covid19.

“Mereka layak diperhatikan dan diproritaskan sebagai apresiasi atas semua pengorbanan orang tuanya sebagai tenaga medis di masa pandemi, maka saya harus pastikan jangan sampai perintah Gubernur diabaikan,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori, memastikan bahwa instruksi itu sudah dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur,.

“Kami prioritaskan mereka sesuai kuota sebesar 1 persen. Maka Sesuai alokasi untuk anak tenaga medis, 1 persen di setiap sekolah bisa 3 – 4 anak,” terang Lutfi.

Dikatakan Lutfi, tentunya mereka harus memenuhi syarat yang ditentukan dengan mengunggah surat surat yang menunjukkan bahwa mereka memang anak anak dari paramedis yang menangani pasien Covid19. “Karena ini kondisi pandemi, maka pendaftaran harus menggunakan sistem online.

“Jadi persyaratan juga harus ditunjukkan secara online dengan mengunggah surat tugas dari satgas atau rumah sakit yang jadi tempat jujugan satgas untuk menangani pasien Covid 19,” tambah Lutfi.

Lutfi didampingi jajaran dikedinasannya, juga menjelaskan bagaimana proses pendaftarannya. Menurunya, secara umum ia mengakui banyak kendala, karena semua proses dilakukan serba online.

“Kami bahkan harus jadi jujugan untuk menjelaskan banyak hal terkait pendaftaran online yang harus dijelaskan pelan pelan, misal soal PIN ada yang nanya apa sudah sesuai apa nggak. Ada juga yang terkait proses apakah sudah benar atau tidak. Bahkan ada yang sekedar curhat karena kepikiran dengan proses pendaftaran anaknya, yang buat orang tuanya gak bisa tidur,” kata Lutfi lagi.

Namuan, kata Lutfi, semua harus dilayani dengan baik dan sabar. Prosesnya bahkan dari jam 8 pagi hingga sore menjelang malam. “Sebanyak 200 orang kami layani di 10 meja, capek tapi mau apa lagi,” kata Lutfi.

Mendengar penjelasan tersebut, Politisi muda asli Sidoarjo, Adam rusydi ini tetep berharap agar pelaksanaan PPDB terutama anak dari tenaga medis benar benar diperhatikan sesuai pesan dari Gubernur Khofifah.

“Saya datang ke sini memang ingin memastikan itu, harapannya orang tua mereka yang sudah berjuang dimasa pandemi ini, benar benar bisa merasakan adanya penghargaan atas peran mereka dimasa pandemi ini. Ya Alhamdulilah jika instruksi ini diperhatikan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here