primaradio.id – Baru-baru ini cendol masuk ke dalam daftar 50 hidangan penutup (dessert) terenak dari seluruh dunia. Tapi cendol justru diklaim berasal dari Singapura.
Setelah perdebatan tentang budaya kuliner kaki lima atau hawker centre yang direbutkan Singapura dan Malaysia, kini dua negara ini kembali berdebat tentang cendol.
Dilansir World of Buzz (03/12), es cendol merupakan hidangan penutup yang populer di Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Baru-baru ini CNN Travel mengeluarkan daftar berisi 50 hidangan penutup terbaik yang ada di seluruh dunia. Cendol masuk ke dalam daftar tersebut, namun Singapura disebut sebagai negara asal cendol. Tak heran daftar ini menimbulkan perdebatan di antara negara Malaysia dan Singapura.
CNN Travel menjelaskan bahwa es cendol ini terdiri dari santan manis yang disajikan dengan sirup gula merah dan jelly hijau pandan yang terbuat dari tepung beras yang kenyal. Meski menyebutkan asal negara Singapura, tapi CNN menambahkan bahwa cendol dapat ditemukan di negara Asia Tenggara lainnya.
CNN Travel menambahkan pihaknya sengaja memilih cendol khas Singapura yang ditambahkan kacang merah di dalamnya. Namun, menurut orang Malaysia, cendol di negara mereka juga menggunakan kacang merah. “CNN Travel seharusnya menyewa orang yang lebih paham tentang hal ini. Daftar ini membuat marah banyak orang Malaysia. Anda seharusnya lebih sensitif terhadap budaya di wilayah ini. Cendol bukan berasal dari Singapura,” tulis seorang netizen di Twitter.
Cendol sendiri memang diklaim berasal dari negara Malaysia. Tapi banyak juga orang yang beranggapan bahwa asal usul cendol ini masih belum pasti. Karena cendol dapat juga ditemukan di Indonesia, dan dipercaya berasar dari bahasa Sunda Jawa yaitu ‘jendol’.
“Diantara negara Malaysia atau Singapura, cendol pasti berasal dari negara Malaysia. Tapi cendol aslinya bisa jadi berasal dari pulau Jawa, yang berada di Indonesia,” tutur netizen lainnya. Menurut iFood, kata cendol pertama kali muncul di wilayah Malaysia pada tahun 1932. Sehingga ketika cendol diklaim berasal dari Singapura, banyak warga Malaysia yang geram dan tak terima.
Adapun Pakar kuliner Indonesia William Wongso mengatakan, “Cendol tidak hanya tersedia di Indonesia, Singapura dan Malaysia tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Vietnam dan Thailand,” kata William Wongso kepada Jakarta Post.
William Wongso juga menjelaskan jika Malaysia, Singapura dan Indonesia memiliki ciri khas cendol yang berbeda.
“Jika Anda melihat cendol versi Singapura atau Malaysia, Anda akan menemukan semangkuk dessert berwarna-warni, yang terdiri dari jelly hijau seperti cacing, kacang merah manis, dan kadang-kadang ada jagung manis yang disajikan dengan gula aren dan santan,” jelasnya.
Namun cendol Indonesia kurang berwarna karena hanya terdiri dari cendol hijau, santan dan gula aren.
“Di Indonesia, cendol, juga dikenal sebagai dawet di Jawa, hidangan ini hanya mengacu pada pandan jeli (cendol) yang disajikan dalam santan,” katanya. Ia juga mengatakan kalau beberapa orang kadang menambah daun pandan atau nangka untuk menambah aroma.
“Di Singapura, cendol dicampur dengan bahan lainnya, seperti es campur,” tambah William.
Pria ramah ini juga mengatakan kalau Indonesia punya banyak varian cendol sesuai dengan daerah asalnya. “Ada cendol Banjarnegara, es cendol Elizabeth dari Bandung dan bahkan cendol ireng (cendol warna hitam),” jelasnya. (bee)
Sumber: Detik Food






