primaradio.id – Dunia global tiba-tiba dibuat kacau oleh serangan virus Ransomware yang bernama WannaCry atau dikenal juga sebagai WannaCrypt. Ransomware sendiri adalah virus komputer yang menginfeksi komputer melalui jaringan internet atau lokal, kemudian mengunci komputer beserta file-file yang ada di dalamnya hingga tidak dapat dibuka atau diakses.
Hampir seluruh negara mengeluhkan virus ini karena langsung menginfeksi dan membuat file-file yang ada di komputer tidak bisa lagi diakses. Bahkan beberapa hari ini Indonesia menjadi salah satu korban serangan cyber, usai beberapa rumah sakit di Jakarta diserang oleh Ransomware.
Virus ini juga lebih kejam dan berbeda dengan malware. Perbedaan ransomware dengan virus komputer dan malware adalah, ransomware menuntut sejumlah uang agar pemilik komputer dapat memperoleh akses kembali ke komputer mereka.
Atas dasar inilah, eksekutif prima harus berhati-hati dengan virus yang bernama WannaCry tersebut. Namun tidak perlu juga terlalu khawatir, mengingat masih ada beberapa cara yang digunakan untuk menangkal virus tersebut. Beberapa cara diantaranya adalah :
1. Buat cadangan data
Kedengaran sepele dan paling males buat dilakuin, tapi kamu akan bersyukur banget jika memiliki backup file ketika harddiskmu tiba-tiba kembali kosong seperti waktu dibeli secara ajaib. Backup file dapat disimpan di dalam hdd portable yang saat ini harganya cukup terjangkau, di bawah 1 juta untuk HDD eksternal berkapasitas 1 TB. Kenapa HDD eksternal, padahal saat ini telah banyak flashdisk dengan kapasitas besar? Pertimbangannya, kemungkinan HDD eksternal kamu hilang atau terjatuh lebih kecil daripada flashdisk kamu yang berukuran jauh lebih kecil.
Tapi, risiko yang bisa saja kamu alami, dari penyimpanan di HDD eksternal adalah ketika HDD eksternal kamu rusak atau terkena virus. Duh, hilang juga deh data-datamu.
Nah, alternatif lain yang jauh lebih aman (dan murah) adalah menggunakan layanan clouds gratis. Setiap akun Google akan mendapatkancloud storage gratis sebesar 15GB, yang dapat kamu akses melalui drive.google.com. Dengan menyimpan file-filemu di layanan cloud storage, kemungkinan file hilang, terinfeksi virus dan corrupt akan lebih kecil, karena Google memiliki internal virus protection di server-servernya.
Kekurangannya adalah apabila file-filemu cukup besar, kamu akan membutuhkan koneksi internet yang cukup bagus untuk mengunggah dan mengunduh file-file cadangan.
2. Install dan aktifkan antivirus, karena mencegah selalu lebih baik
Saat ini banyak pilihan antivirus gratis yang tersedia di Internet, sebaiknya kamu download langsung dari website mereka. Antivirus akan dengan membantumu melindungi komputer/laptop dari serangan virus komputer, malware atau malicious code yang masuk melalui lampiran surel (email attachment), pranala (link) yang berbahaya atau browsermu.
Beberapa pilihan antivirus yang cukup baik seperti AVAST, AVG Free dan Malwarebyte dapat diunduh secara gratis di website mereka.
Cukup pilih salah satu, tidak perlu menginstall beberapa antivirus sekaligus. Karena TIDAK membuat lebih aman, tetapi justru menjadikan komputermu lebih lamban. Selalu update antivirus yang sudah terinstall, agar antivirus dapat mengenali “signature” dari virus-virus terbaru.
3. Hati-hati terhadap email yang mencurigakan. Curiousity (atau kegeeran) kill the cat!
Rasa kepo yang terlalu tinggi kadang juga dieksploitasi oleh malicious scripts. Dengan bersembunyi di dalam surel, pranala, ad-banner atau halaman pop-up yang berupa penawaran menarik yang sulit ditolak.
Jangan kegeeran dan gegabah kalau tiba-tiba dapet email dari Prince Dubai yang katanya akan menjadikanmu istri atau ngasih uang milyaran, lantas memintamu untuk klik sebuah pranala, walapun alhamdulillah banget, tapi email seperti ini biasanya adalah spam, dan pranala yang diberikan bisa saja adalah script yang akan mengunduh virus atau malicious script.
Kalau sudah terlanjur diklik gimana dong? Jika komputermu terlindungi oleh antivirus, semestinya akan muncul pop-up yang memberi peringatan. Kalau belum, kamu bisa menginstall Malwarebyte atau Bitdefender untuk mendeteksi perubahan atau kerusakan yang dilakukan oleh script ini, atau berharap saja itu adalah Prince Dubai beneran.
4. Aktifkan Firewall
Firewall adalah fitur kemanan yang penting! Apalagi kalau kamu sering memakai komputermu di area publik dan terhubung dengan WIFI gratisan.
Firewall akan menghalangi akses yang tidak wajar ke komputermu ketika terhubung dengan WIFI publik. Firewall biasanya sudah terinstall di dalam sistem operasi, kamu dapat mengatur seberapa tinggi tingkat keamanan dan perlindungan yang diberikan, mengatur firewall terlalu tinggi juga tidak, baik karena beberapa program membutuhkan akses pertukaran data melalui internet.
5. Jangan gunakan aplikasi Torrent
Software Torrent merupakan salah satu media penyebaran ransomware. Dengan seeder dari seluruh dunia, file-file yang sudah terinfeksi virus dapat dengan mudah keluar masuk ke komputermu. Ransomware Wannacry adalah salah satu virus yang mengeksploitasi Torrent untuk menyebar ke seluruh dunia, server seeder yang sudah terinfeksi akan tetap menjadi seeder apabila terkoneksi ke internet dan mungkin saja torrentmu terhubung dengan seeder itu.
Sumber : Trivia






