Home Features House of Sampoerna Dukung Pemanfaatan Kain Perca Sebagai Peluang Usaha

House of Sampoerna Dukung Pemanfaatan Kain Perca Sebagai Peluang Usaha

1,267 views
0
SHARE
House of Sampoerna Dukung Pemanfaatan Kain Perca Sebagai Peluang Usaha (Dok HoS)

primaradio.id – House of Sampoerna (HoS) yang berdiri sejak tahun 2003 tidak pernah berhenti untuk berkarya, berinovasi, serta berkontribusi kepada masyarakat. Salah satu fokus utama kontribusi HoS adalah mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Timur yang diwujudkan melalui Cendera.mata Museum Shop. Berbagai produk UMKM Jawa Timur seperti batik, buku, kaos dan kerajinan tangan khas Jawa Timur lainnya tersedia di Cendera.mata. Secara berkala setiap bulan, Cendera.mata menggelar program Table Top untuk turut mendukung perkembangan usaha kreatif dari UMKM.

Berawal dari ide sederhana dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar, mampu menginspirasi tiga UMKM Jawa Timur yaitu Kartini Bordir, Mentawai dan Amardian. Penggunaan kain perca sebagai bahan baku utama ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Ragam produk kerajinan kain perca seperti tas, dompet dapat dihasilkan menjadi produk produk bernilai jual tinggi yang digemari masyarakat.

Melalui program Table Top Cendera.mata ‘Ragam Perca’ diselenggarakan tanggal 1 – 31 Maret 2020 di Cendera.mata, pengunjung HoS dapat menikmati aneka produk kreativitas UMKM Jawa Timur.

Ragam UMKM:

Kartini Bordir
Mengawali proses kreatif dari mengikuti pelatihan UMKM yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui program Pahlawan Ekonomi, Kartini Hari Asih kemudian mengolah kain perca menjadi berbagai tas berbagai macam ukuran dan model. Kebetulan di lingkungannya banyak ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjahit, namun mereka kesulitan mengolah limbah sisa kain jahitan yang mereka kerjakan. Kegiatan yang telah berjalan sejak 2010 itu kini telah berkembang pesat hingga mampu menghasilkan 50 buah kerajinan tiap harinya.

Mentawai
Keterampilan membordir yang didapat ditahun 2009 lewat program pelatihan yang diadakan oleh kelurahan dan dinas terkait, Ruskayanti akhirnya memberanikan diri untuk merintis usaha sendiri sejak tahun 2014. Tak hanya itu, sosok yang semula hanya ibu rumah tangga ini berhasil melatih tetangga sekitar rumahnya di daerah Bogangin Surabaya untuk membantu meningkatkan hasil produksi UMKM Mentawai yang kini bisa mencapai 400 tas dan dompet tiap bulan.

Amardian
Mengawali usaha dengan membuat sepatu rajut ditahun 2016, Didik Haryono mampu mengembangkan ragam jenis produk kerajinan lainnya seperti tas yang memiliki desain unik dan berkarakter menarik. Untuk mengembangkan usahanya, pria yang pernah bekerja sebagai site manager di salah satu perusahaan tambang ini kemudian mengikuti beragam program pelatihan yang diadakan oleh pusat pelatihan kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna).

Penyelengaraan Table Top merupakan program bulanan yang diselenggarakan House of Sampoerna melalui Cendera.mata, bertujuan mengangkat prouduk-produk baru untuk dipromosikan sekaligus melihat potensi dan minat pasar akan produk tersebut. Program ini juga untuk memfasilitasi ragam produk UMKM sebagai sarana kontribusi dan media promosi. Konsep Cendera.mata yang ditujukan membantu UMKM untuk memastikan keberlanjutan usahanya, menerapkan kebijakan dimana sebagian besar hasil penjualan kembali ke UMKM agar dapat dipergunakan sebagai modal usaha. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here