primaradio.ci.id – Terkait dengan klaim pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un yang menyebut bahwa rudal balistik Korut bisa menjangkau Amerika Serikat, nada sinis justru dikeluarkan Donald Trump. Presiden terpilih Amerika Serikat tersebut membalas klaim Kim Jong-un melalui media sosial Twitter dengan cuitan “Itu tidak akan terjadi.” Ungkapan Trump kemudian ditanggapi sejumlah pihak dengan multitafsir.
Dikutip dari BBC, Profesor Siegfried Hecker dari Universitas Stanford di California, yang diwawancarai BBC pada September 2016 lalu, mengatakan bahwa kemampuan Korut untuk menempatkan hulu ledak nuklir pada roket yang bisa mencapai AS “masih sangat jauh, mungkin lima hingga 10 tahun lagi.”
Sementara itu, Korensponden BBC di Seoul, Stevan Evans menilai bahwa bisa jadi ada beberapa Faktor yang membuat Trump yakin dengan pendapatnya. Faktor pertama, kemungkinan Korea Utara akan gagal dalam mengembangkan kemajuan teknologi. Kedua, kemungkinan runtuhnya rezim Kim Jong-un, atau Trump mampu membujuk pihak Pyongyang untuk menghentikan program nuklirnya. Seperti diketahui, sebelum pemilihan presiden AS, Donald Trump sempat mengatakan bahwa kedua pemimpin kemungkinan kan duduk bersama sambil makan burger.
Sebelumnya, tepat menjelang tahun baru 2017, Kim Jong-un telah menyatakan bahwa pembuatan rudal balistik antarbenua milik Korut telah pada tahap akhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri telah menyerukan pada Korut untuk tidak melakukan uji rudal dan menerapkan beragam sanksi, namun hal itu diabaikan Korut. (Joe)






