primaradio.id – Pemerintah China dikabarkan siap membuka lowongan kerja besar-besaran di bidang energi terbarukan. Tak kurang dari 13 juta lapangan pekerjaan akan dibuka selama lima tahun mendatang, dengan menginvestasikan dana sebesar US$361 miliar atau sekitar Rp 4,811 triliun.
Dikutip dari BBC, Hal itu dituangkan dalam dokumen cetak biru Badan Energi Nasional yang memaparkan rencananya untuk mengembangkan sektor energi selama lima tahun mulai 2016-2020. Ditambahkan oleh badan itu bahwa kapasitas energi terbarukan termasuk tenaga angin, air, surya dan nuklir ditargetkan akan bisa memasok sekitar 50% dari generasi baru tenaga listrik sebelum tahun 2010.
Namun rencana tersebut banyak mendapat tanggapan negatif dari sejumlah kalangan. Wartawan BBC di Beijing, John Sudworth melaporkan, meskipun dana yang akan diinvestasikan sangat besar, rencana tersebut tidak sebanding dengan target-target yang lebih ambisius yang sudah diumumkan sebelumnya. Selain itu, banyak pihak yang skeptis terkait dengan wacana itu. Bahkan mendapat sorotan dari pihak Internasional.
Menurut Paolo Frankl, kepala divisi energi terbarukan di badan penasihat yang berkantor di Paris, Badan Energi Internasional, program baru tersebut juga menghadapi beberapa tantangan. Diantaranya, pemerintah Cina harus menanggung kenaikan jumlah subsidi yang dibayar, pengintegrasian jaringan listrik yang juga perlu diperkuat untuk mengalirkan listrik dari daerah-daerah kaya akan sumber energi angin dan sinar matahari ke kota-kota yang memerlukannya di bagian timur. (Joe)






