primaradio.id – Asosiasi Pengusaha Ritel tetap berkomitmen menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat di tengah mewabahnya virus Corona. Koordinator Wilayah Timur 1 Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia April Wahyu Widati mengatakan memang sejak pemerintah Provinsi Jatim melakukan antisipasi penyebaran wabah Covid-19, sudah terjadi peningkatan transaksi barang baik sembako ataupun yang berkaitan dengan gerakan pencegahan Covid-19.
“Ketika Pemprov Jatim sudah lakukan pembatasan, ada peningkatan transaksi khususnya untuk komoditi beras, minyak, dan home cleaning, “jelas April ketika dihubungi melalui sambungan selulernya, Selasa (7/4).
April pun menambahkan, peningkatan permintaan komoditi tersebut menandakan tingginya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.
Adapun menurut April, peningkatan permintaan produk home cleaning diantaranya untuk membuat disinfektan mandiri seperti produk pemutih, detergent bubuk dan cair serta hand soap sampai hand sanitizer.
“semuanya karena ada protokoler masuk rumah harus menjaga kebersihan tubuh, makanya banyak diburu masyarakat sampai stok di ritel kosong, “imbuhnya.
Tidak hanya produk yang berkaitan dengan home cleaning, ternyata produk food juga mengalami peningkatan 13-15 persen. Untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan, Aprindo tambah April terus melakukan koordinasi dengan pihak suplier untuk penyediaannya.
“Sembako memang oleh satgas pangan ada surat yang memberikan kebijakan/ kewenangan kepada masing- masing perusahaan ritel. Aprindo melihat barang-barang apa yang bisa dijual secara maksimal atau apa yang perlu dibatasi misalnya gula, ritel berikan kebijakan satu pieces per customer. Bahkan ada beberapa ritel yang memberikan kupon. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami agar produk dari suplier benar-benar sampai ke customer murni, “tutur April.
Tidak hanya memastikan kebutuhan masyarakat terlayani dengan baik, April pun menambahkan jika ritel yang ada dalam naungan Aprindo juga memperhatikan kesehatan karyawan dan customer dengan menyediakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk.
“Kita membuat wastafel sekaligus hand soapnya untuk cuci tangan, kemudian di kasir-kasir disediakan hand sanitizer. Kasir pun diperlengkapi dengan masker dan sarung tangan agar jka terjadi transaksi bisa mengurangi penularan virus covid-19, “pungkasnya. (bee)






