Home Features Dinginnya Bromo Tersapu Hangatnya Jazz Gunung Tahun Ini

Dinginnya Bromo Tersapu Hangatnya Jazz Gunung Tahun Ini

905 views
0
SHARE

primaradio.id – Ribuan penonton membanjiri event tahunan Jazz Gunung di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, kawasan Hotel Java Banana, Bromo, Jawa Timur pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2017. Lebih meriah, acara kali ini juga bertepatan dengan Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus kemarin. Nuansa kemerdekaan pun kian terasa pada event tersebut.

Jazz Gunung sendiri adalah pagelaran musik bertaraf Internasional yang menampilkan komposisi Jazz bernuansa etnik. Acara ini terlihat berbeda karena baik musisi ataupun penonton bisa menikmati musik Jazz sembari merasakan indah dan sejuknya pemandangan di kawasan Bromo, Jawa Timur.

Memulai agenda pada tanggal 18 Agustus, Panggung Amfiteater disambut meriah oleh penonton saat Surabaya All Stars hadir sebagai penyaji pertama di Jazz Gunung Bromo seri ke 9 tersebut. Jamaah Al-Jazziah kian sumringah ketika grup vokal asal Amerika, Charged Particles bersama Paul McCandless naik ke atas panggung untuk menunjukkan kelasnya.

Setelah break, Monita Tahalea mampu membangkitkan semangat kemerdekaan para penonton dengan membawakan lagu Tanah Airku Indonesia ciptaan Ismail Marzuki. Setelah itu Monita menyuguhkan lagunya dari album “Dandelion”. Untuk kedua kalinya penyanyi jelita ini mampu menutup penampilannya dengan manis sehingga membuat suasana romantis pada Jazz Gunung 2017.

Acara tidak berhenti sampai disitu, Dewa Budjana ikut menyihir Jamaah Al – Jazziah dengan membawakan rangkaian lagu dari album Zentuary, sebelum akhirnya ditutup oleh penampilan Maliq & D’essentials di hari pertama Jazz Gunung 2017. Khusus untuk Jazz Gunung 2017 Maliq & D’essentials juga membawakan single terbarunya yang berjudul ‘Senang’ yang baru dirilis pada bulan Mei 2017 lalu.

Hari Kedua

Hari kedua pun tak kalah menarik. Acara dibuka dengan penampilan grup luar negri Sono Seni Ensembel dengan kegigihan salah satu anggotanya, John Jacobs yang rela naik sepeda dari Inggris ke solo demi bisa bermain di Jazz Gunung Bromo 2017.

Acara kian meriah ketika sejumlah musisi nasional menyanyikan lagu-lagu yang sudah tak lagi asing didengar. Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi menyanyikan lagu-lagu tradisional Nusantara bagian barat. Disusul Indra Lesmana Keytar, grup yang digawangi Indra Lesmana. Saat performa, grup Trio ini membawakan album berjudul “About Jack” dengan diringi oleh Indra Gupta pemegang double bass, Sandy Winarta memainkan drum, sedangkan Indra Lesmana memainkan Keytar

Atmosfer jamaah All- Jazziah kian memanas ketika penyanyi tenar Glenn Fredly menaiki panggung untuk melantunkan suara merdunya. Suhu dingin mencapai 14 derajat Celcius pun tak terasa dengan suara Glen yang cukup menghangatkan tubuh.

Sebelumnya, Ring of fire project feat Idang Rasjidi dan Soimah juga sempat menunjukkan kemampuan suaranya untuk menghibur semua pihak yang hadir pada acara tersebut. Soimah sendiri tampil cukup enerjik seperti biasanya.

Di tengah acara, Hadir juga Ibu Bupati Probolinggo Puput Tantriana sari yang memberikan sambutan di hari kedua Jazz Gunung. Puput mengatakan rasa bangganya kepada jazz gunung karena membawa kesejahteraan kepada masyarakat Probolinggo dan membawa pembangunan infrastruktur di Probolinggo.

Keindahaan Jazz gunung yang membawa nuansa yang berbeda dalam dunia seni pertunjukan ini membuat dua hari pertunjukan terasa kurang bagi Jamaah All – Jazziah, sehingga pada tahun 2018 Jazz Gunung akan di extend satu hari hingga menjadi 3 hari. Rencananya Jazz Gunung 2018 akan hadir pada akhir Juli 2018.

Sampai bertemu tahun depan Jamaah Al- Jazziah. (yur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here