primaradio.co,id – Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengaku tidak ingin kecewa, apalagi marah setelah timnya dipastikan gagal mengakhiri posisi empat besar di ajang Premier League, usai dikalahkan Tottenham Hotspurs 2-1.
United kini hanya tinggal berharap satu-satunya peluang ke Liga Champions, via tiket final Europa League yang akan digelar pada tanggal 25 Mei mendatang. Bila sukses mengalahkan Ajax Amsterdam di partai puncak Europa League, maka Setan Merah secara otomatis akan tampil di kasta tertinggi kompetisi Benua Biru.
“Saya tidak marah karena kami memang harus mengambil keputusan itu. Kami tidak berjudi, kami memilih Liga Europa. Kami harus melakukannya. Saya tidak bisa merotasi pemain untuk saat ini, itu tidak mungkin. Hanya ada 15 atau 14 pemain,” tutur Mourinho menurut Sportsmole.
“Dengan dua laga sisa yang menanti, itu mustahil. Kami tidak punya kesempatan untuk beristirahat atau bahkan berlatih dengan benar, jadi ini pilihan kami. Jika kami bisa meraih trofi, saya akan berjuang untuk itu.”
“Kami Manchester United, dan bagi kami memenangkan trofi lebih penting dari empat besar. Jadi jika kami meraih trofi ketiga, atau kedua, itu akan amat luar biasa. Kami tahu jika kami kalah di final kami takkan bermain di Liga Champions, namun kami akan berjuang untuk meraih trofi. Tim lain mungkin ingin ada di posisi kami.”
Saat ini Manchester United masih terpaku di urutan enam klasemen sementara dengan raihan 65 poin. Teringgal tujuh poin dari Manchester City yang berada di posisi keempat. Artinya, mengingat Liga menyisahkan dua laga, maka tak mungkin bagi United untuk mengejar rival sekotanya.
Perburuan posisi empat kini hanya melibatkan tiga klub. Mereka adalah Liverpool, Manchester City dan Arsenal. Tiga klub tersebut sama-sama memiliki peluang besar, meski Manchester City dan Liverpool lebih berpeluang besar untuk tampil di Eropa. (joe)






