primaradio.id – Industri Fashion yang sempat terpuruk di tahun kemarin oleh covid 19 tidak membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur patah arang, akhir tahun 2021 sudah memperlihatkan gerakan yang pasti dalam peningkatan ekonominya. Industri kreatif dalam bidang fashion di Jawa timur mencakup banyak lini seperti baju seragam, baju etnik, baju ready to wear, baju anak, baju muslim, hingga baju muslim untuk generasi muda.
Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang dikepalai oleh Sinarto S.Kar MM yang digerakan oleh Unit Pelaksanaan Teknis Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian yang di pimpin oleh Efie Widjajanti S.Sos MMyang bekerja sama dengan Embran Nawawi dan Agoeng Soediro Poetra membuat wadah bagi pelaku fashion muda yaitu Youth Moslem Fashion Style.
Embran Nawawi sebagai sebagai pelaku dan pengamat fashion yang juga menjadi penasehat untuk Disbudpar mempertegas, YMFS 2021 ini diperuntukan bagi generasi Z dan Alfa Muslim sebagai pelaku dan peminat fashion untuk berkumpul dan bertransaksi terhdap kebutuhan atas busana muslim dengan harga dan selera mereka. Untuk pertama kalinya dunia fashion Anak muda diberi wadah untuk bisa salin berinteraksi dalam memamahami trend dan Industri fashion dari kacamata mereka sendiri.
Pagelaran YMFS pertama ini dimeriahkan dengan karya beberapa designer, sekolah fashion hingga retail yang ada di jawa timur seperti Andy Sugix dari IFC Malang, Lita Berlianti dari APPMI JATIM, Aldre dari IFC Surabaya, ARVA School of Fashion, SMK 3 Malang jurusan tata busana dan Mandja by Ivan Gunawan. ke Enam designer ini menampilkan karya busana muslim pria dan wanita terbaik dan terjangkau untuk para generasi muda Jawa Timur. Pagelaran YMFS yang dilaksanakan hybrid melalui panggung fashion dengan limit tamu serta melalui streaming YouTube dan ZOOM meeting KOMINFO JATIM dilaksanakan di Taman Krida Budaya Jawa Timur untuk dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan siswa fashion seluruh Jatim.
Harapn Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Bapak Sinarto, bahwa tahun yang akan datang akan melibatkan oara designer muda dari berbagai daerah di jawa timur, dan juga melibatkan komunitas-komunitas anak muda untuk berkumpul 2 hingga 3 hari menikmati dan bertransaksi fashion di dunia mereka sendiri. kami memfasilitasi melalui industri kreatif hingga bisa meningkatkan perekonomian Jatim dari dalam dahulu, yqng nantinya akan berkembang hingga ekspor.
Embran Nawawi mengatakan, dengan dibuat nya dua wadah berkpulnya peminat dan pelaku fashion oleh pemerintah melalui Disbudpar yaitu EAST JAVA FASHION HARMONY di setiap November dan YOUTH MOSLEM FASHION STYLE yang akan selalu digelar menjelang ramadhan setiap tahunya maka dia yakin akan pertumbuhan fashion di Jatim akan merata dan tumbuh berkembang. sebagai dosen, Embran Nawawi juga berharap ini dapat meningkatkan kwalitas designer muda sebagai ekosistem ekonomi kreatif. (*)






