primaradio.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi mengumumkan penundaan penyelenggaraan Majapahit International Travel Fair (MITF) 2020. Informasi pembatalan jadwal acara MITF yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 19 April telah disampaikan kepada seluruh pihak yang terkait dengan kegiatan MITF 2020 baik di dalam maupun di luar negeri.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Susariningsih yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim., mengatakan penundaan MITF 2020 ini terkait dengan kewaspadaan terhadap penyebaran Corona Virus Desease 19 (Covid 19) berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur maka pihaknya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memutuskan membatalkan acara MITF 2020 yang sedianya digelar pertengahan bulan April menjadi ditunda sampai dengan waktu yang akan ditetapkan kemudian hari.
“Sesuai dengan surat edaran baik dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan juga Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap virus corona, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memutuskan menunda pelaksanaan MITF sampai dengan batas waktu yang tidak kami tentukan” terang Sari, di kantornya Selasa (17/3).
Dijelaskan oleh perempuan pejabat eselon III ini, sebelum keputusan penundaan MITF 2020 pihaknya telah mengadakan rapat dengan PT. Debindo Mitra Tama selaku event organizer yang menghandle gelaran promosi pariwisata internasional tersebut karena secara teknis dan operasional, EO tersebut yang menangani. Langkah selanjutnya Disbudpar. Prov. Jatim melakukan koordinasi melakukan surat dan berkomunikasi dengan para peserta MITF yang telah mendaftarkan dan mengkonfirmasi ikut, sampai dengan pekan kemarin tercatat sudah ada travel exhibition 60 buyer dari luar negeri terutama dari Singapura, Malaysia dan Vietnam, sedangkan peserta seller tercatat ada 4 industrik pariwisata dari Jawa Timur maupun luar negeri, untuk peserta pameran pariwisata sudah tercatat sekitar 60 % dari target 190 peserta pameran.
“Penundaan MITF ini juga memberikan waktu yang ada kepada peserta untuk menyiapkan secara maksimal termasuk memperbaiki produk yang akan dijual, ini yang juga kita koordinasikan” imbuhnya.
Disinggung dampak dari penundaan MITF ini, disinyalir semua pihak telah menyadari penyebabnya adalah force majeure secara global jadi bisa memahami secara realistis termasuk pembatalan keikutsertaan bisa saja terjadi karena dimungkinkan jika MITF digelar kemudian pada tahun ini akan berbarengan dengan kalender event serupa terutama peserta dari luar negeri. Untuk peserta dari dalam negeri terutama dari pemerintah daerah tentu akan tetap ikut karena mereka sudah mengalokasikan anggaran promosi pariwisata ini.
“MITF 2020 memasuki event ke 21, ajang jualan potensi pariwisata ini brandingnya sudah dikenal oleh buyer luar negeri maupun seller industri pariwisata luar dan dalam negeri, jadi optimis mereka tetap menunggu MITF tetap digelar” pungkas pejabat setingkat manager marketing pariwisata ini. (*)






