Home Prima Trending Topics Wagub Emil: Etos Kerja dan Budi Pekerti Berasaskan Pancasila Kunci Sukses Generasi...

Wagub Emil: Etos Kerja dan Budi Pekerti Berasaskan Pancasila Kunci Sukses Generasi Penerus Bangsa

1,046 views
0
SHARE
Tangkapan layar webinar Indonesia dengan tema “Penguatan Pendidikan Karakter dengan Kesadaran Jiwa Pancasila oleh Komnasdik Jatim

primaradio.id – Membangun dan membekali anak sebagai generasi penerus bangsa dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik sangat dibutuhkan saat ini guna menghadapi dinamika perubahan global yang terus bergulir.

Berkaitan dengan pendidikan karakter dengan jiwa Pancasila, Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Timur tidak tinggal diam dan terus berupaya membekali anak, guru maupun orang tua agar menerapkan pendidikan karakter yang benar dengan jiwa Pancasila ini.

Salah satunya dengan menyelenggarakan webinar Indonesia dengan tema “Penguatan Pendidikan Karakter dengan Kesadaran Jiwa Pancasila pada Kamis 2 Juli 2020, live di channel YouTube Komnas Pendidikan Jatim mulai pukul 10.00-12 WIB.

Tampil sebagai pembicara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam webinar tersebut, Emil menekankan pentingnya membekali anak sebagai generasi penerus bangsa dengan pendidikan karakter.

Emil menjelaskan karakter yang harus dimiliki sumber daya manusia Indonesia masa depan adalah etos kerja dan budi pekerti. Keduanya harus berjalan seimbang.

“Etos kerja artinya bagaimana seseorang di lingkungan kerjanya bisa benar-benar memiliki etos kerja atau work ethic yang baik. Sifat seperti kreatifitas, dan tidak mudah menyerah adalah karakter kerja yang dibutuhkan saat ini, “tutur Emil,

Yang kedua adalah kejujuran, integritas, simpati dan empati. “Ini sering dikaitkan dengan budi pekerti, ‘tambahnya.

Menurut Emil, pengembangan karakter juga harus berfokus pada budi pekerti, sebab sebuah kesuksesan kolektif yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

“Kita tidak ingin hanya mencetak 10 persen orang sukses dengan hukum rimba, tapi kita ingin membangun sebuah tatanan masyarakat dimana, siapapun yang bekerja keras bisa meraih kesuksesan, “kata Emil.

Lebih lanjut ia menjabarkan, jika pendidikan karakter ini dikaitkan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, maka relevansinya dengan Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah agama mengajarkan kita untuk patuh pada ajaran agama, kita harus menjadi seseorang yang jujur, saling menyayangi, tolong menolong, ini yang diajarkan oleh agama.

“Maka siapa yang menjalankan ajaran agama, seyogyanya memiliki budi pekerti, “jelasnya.

Sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dengan nilai-nilai dasar kemausiaan tentunya kita akan mengutamakan humanity. Artinya siapapun tanpa memandang latar belakang kita punya dorongan rasa memanusiakan orang tersebut.

Sila ketiga Persatuan Indonesia, jelas mengajarkan kekompakan dan kebersamaan. Adapun relevansinya dengan sila keempat yakni menjunjung tinggi musyawarah dan memiliki sifat saling menghargai, tentunya ada elemen budi pekerti didalamnya. “Sedangkan sila kelima, keadilan sosial memastikan bahwa kita memang harus menegakkan keadilan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, “jelasnya.

Sementara itu pembicara lainnya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Suhartatik, S.Pd.,M.Psi menambahkan bahwa karakter tidak hanya bisa dituturkan saja, namun bagaimana semua unsur baik kalangan pendidik maupun orang tua harus bisa menanamkan kebiasan karakter yang bik, sehingga menjadi kebiasaan. Pada akhirnya anak akan memiliki pemahaman yang baik dan benar pula.

“Lembaga pendidikan harus menjadi contoh dan model untuk anak didik. Orang tua harus banyak memahami, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan agar secara berkesinambungan menanamkan pendidikan karakter tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah, ‘jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Tatik ini juga berharap agar karakter berasaskan Pancasila yang sudah terbangun sejak dulu kala ini harus benar-benar dilakukan dan dilaksanakan dengan baik supaya bangsa Indonesia memiliki generasi penerus yang bermoral dan beretika.

Menutup perbincangan di webinar Indonesia dengan tema “Penguatan Pendidikan Karakter dengan Kesadaran Jiwa Pancasila, dengan pemaparan dari Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Timur, Kunjung Wahyudi dan Eka Ratnawati selaku Duta Katahati Jatim. Keduanya juga menggarisbawahi pentingnya menanamkan karakter berlandaskan Pancasila.

Pendidikan karakter harus menjadi jiwa, menjadi kebutuhan yang wajib dilakukan semua insan pendidikan mulai dari pendiikan PAUD sampai perguruan tinggi.

Adapun webinar Indonesia dengan tema “Penguatan Pendidikan Karakter dengan Kesadaran Jiwa Pancasila ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai webinar penguatan karakter dengan peseta terbanyak.

Melalui sambungan teleconference, Andre Purwandono selaku perwakilan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) mengatakan webinar penguatan karakter ini belum pernah tercatat oleh MURI. Komnasdik Jatim menjadi pionir atau yang pertama menghadirkan webinar tersebut.

“Saya berharap webinar penguatan karakter yang diselenggarakan Komnasdik bisa menginspirasi dan melahirkan insan-insan yang bisa membangun bangsa Indonesia di masa mendatang, “kata Andre.

Sebagai informasi, peserta webinar kali ini tidak hanya dari Jawa Timur, namun datang dari seluruh Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, DI Banda Aceh, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku sampai Papua dengan total sebanyak 22 ribu lebih peserta. Bahkan ada peserta yang daftar dari luar negeri, yakni dari Malaysia, Australia, Thailand dan Amerika Serikat. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here