primaradio.id – Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) mencatat, saat ini industri mebel nasional telah menciptakan 2,1 juta lapangan kerja dengan capaian produksi sebanyak 1,8 miliar dolar AS (Amerika Serikat) untuk mebel dan 8 miliar dolar AS untuk kerajinan. Ditargetkan pada tahun 2019 nanti hasil produksi mebel dan kerajinan Indonesia mencapai sebanyak 5 miliar dolar AS dan penambahan 1,2 juta lapangan pekerjaan.
Menurut Sekjen AMKRI, Abdul Sobur mengatakan bahwa capaian target tersebut jika tak terkendali dengan bahan import serta ekspor yang juga diharapkan terus bisa meningkat. Jika sepanjang 2015 hanya mencapai kisaran 1,72 miliar dolar AS, turun dibanding tahun 2014 yang mencapai 1,879 miliar dolar AS, maka tahun 2016 ditargetkan ekspor bisa naik menjadi 2 miliar dolar AS.
Sobur juga menambahkan, negara tujuan ekspor mebel Indonesia tertinggi ada di Amerika yang mencapai 40 persen. Disusul ekspor ke Eropa sebanyak 30 persen, dan sisanya merupakan ekspor mebel dan kerajinan ke kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika. Angka ekspor mebel dan kerajinan dibanding impornya, disebut sangat jauh selisihnya. Jumlah impor bahan baku dan bahan penunjung hanya sekitar 20 persen.






