primaradio.id – Jawa Timur menjadi wilayah yang memiliki jumlah uang palsu terbanyak. Namun, hal ini disebut bukan dikarenakan kewilayahan tetapi terkait kesadaran masyarakat yang melaporkan penemuan peredaran uang palsu.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi mengatakan bahwa pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada 9 Desember mendatang dinilai tidak akan mempengaruhi peredaran uang palsu. Pasalnya, hingga saat ini uang palsu tidak menonjol dan relatif standar.
Sebelumnya, BI terus melakukan sosialisasi tentang waspada uang palsu untuk mengantisipasi peredarannya saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilakukan serentak pada 9 Desember 2015.
Berdasarkan catatan BI, jumlah temuan uang palsu hingga Oktober 2015 yang mencapai 273 lembar sebagian besar berasal dari temuan Polri 52 persen atau 143.428 lembar. Sisanya, sebesar 48 persen atau 129.795 lembar berasal dari temuan bank. Sementara itu, sebaran temuan uang palsu paling banyak ditemukan di Jawa Timur sebesar 148.904 lembar. Selebihnya, DKI Jakarta 49.326 lembar, Jawa Barat 31.439 lembar, Jawa Tengah 17.254 lembar dan beberapa daerah lainnya berada di bawah 10.000 lembar.






