Home Prima Trending Topics Surabaya Gelar Jaga Bhumi Festival, Jalan Tunjungan Akan Ditutup

Surabaya Gelar Jaga Bhumi Festival, Jalan Tunjungan Akan Ditutup

931 views
0
SHARE
Ki-ka: Kadis DKPP Surabaya Joestamadji, Waka 1 Yayasan Kebun Raya Indonesia Michael Sumarijanto dan Project Manager Jaga Bhumi Festival Abi Irawan. (Foto: Akke Andhika)

primaradio.id – Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar kegiatan Jaga Bhumi Festival pada 27-29 April 2018. Kota Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah Jaga Bhumi Festival ini karena dinilai sukses melestarikan lingkungan.

Festival yang mengangkat tema gerakan “Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia” itu akan digelar di gedung Siola dan di Jalan Tunjungan. Khusus untuk tanggal 27-28 April 2018, festival itu akan digelar di gedung Siola.

Puncaknya pada tanggal 29 April 2018,akan digelar Jaga Bhumi Festival di sepanjang Jalan Tunjungan dan akan menutup jalan bersejarah itu.

Wakil Ketua 1 Yayasan Kebun Raya Indonesia Michael Sumarijanto mengatakan tujuan diadakan Jaga Bhumi Festival ini untuk mengedukasi dan mengingatkan publik untuk menanam tumbuhan yang kemudian menjaga serta melestarikannya. Dengan beraktivitas di ruang terbuka, maka tubuh akan semakin sehat dan juga mendapat udara segar serta bisa berinteraksi dengan alam.

“Harapannya, masyarakat bisa lebih menghargai alam dan lingkungan sekitarnya, bukan malah merusaknya,” kata Michael.

Menurut Michael, Kota Surabaya sangat pantas dijadikan sebagai tuan rumah festival ini karena Pemkot Surabaya telah sukses melakukan pelestarian lingkungan. Bahkan, Pemkot Surabaya juga berencana membangun Hutan Kebun Raya Mangrove atau Kebun Bakau yang merupakan terbesar di dunia dengan luas sekitar 100 hektare.

“Untuk merealisasikan rencana ini, Pemkot Surabaya menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Yayasan Kebun Raya Indonesia. Ini akan menjadi Hutan Kebun Raya Mangrove pertama di dunia, sehingga Surabaya saya kira sangat cocok jadi tuan rumahnya,” tegasnya.

Project Manager Jaga Bhumi Festival Abi Irawan mengatakan dalam festival ini ditargetkan akan dihadiri oleh sekitar 50 ribu pengunjung. Target itu sangat mudah karena Pemkot Surabaya sudah rutin menggelar acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan yang biasanya dihadiri sekitar 50 ribu pengunjung.

Berbagai event itu diantaranya Fun Walk, Festival Bunga, Jaga Praja (pameran UKM dan pertunjukan komunitas), Jaga Cilik (permaian tradisional anak Indonesia, Jaga Wiyata, dan lomba mewarnai), Jaga Raga (aktivitas olahraga, zumba), Jaga Gita (pertunjukan musik) yang akan diramaikan oleh artis papan atas seperti Tipe X, White Shoes and the Couples Company, dan The SIGIT, Jaga Prakasa (simbolis Kebun raya Mangrove Surabaya), Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru), dan Jelajah Bumi Komunitas Sepeda.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Surabaya Joestamadji sangat mengapresiasi acara festival ini. Sebab, masyarakat akan lebih mengerti pentingnya menjaga lingkungan, termasuk pembangunan Hutan Kebun Raya Mangrove yang terus disempurnakan hingga saat ini. “Festival ini juga akan merekatkan hubungan kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan YKRI, terutama dalam pembangunan Hutan Kebun Raya Mangrove, sehingga nanti akan ada penandatanganan MoU antara kedua belah pihak ini,” kata Joestamadji. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here