Home Prima Trending Topics Ratusan Anak dari Sabang sampai Merauke Hadiri Forum Anak Nasional 2018 di...

Ratusan Anak dari Sabang sampai Merauke Hadiri Forum Anak Nasional 2018 di Surabaya

970 views
0
SHARE
Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2018.

Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 resmi dibuka oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin, Kamis (19/7).

Ratusan anak dari seluruh Indonesia berkumpul di Hotel Singgasana Surabaya sebagai,lokasi penyelenggaraan Forum Anak Nasional 2018.

Kemeriahan pembukaan FAN 2018 semakin terasa ketika peserta yang hadir tak mau kalah meneriakkan yel-yel khas daerahnya. Satu per satu pertanyaan yang dilontarkan Lenny Rosalin dan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Jumadi yang juga hadir dalam rangkaian pembukaan FAN 2018, dijawab dengan antusias oleh seluruh anak yang datang dari Sabang sampai Merauke.

Peserta Forum Anak Nasional 2018 (Foto: Beatrix Christiana)

Pertemuan FAN 2018 mengangkat tema “Bakti Anak Untuk Negeri.” Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertemuan FAN kali ini lebih mengedepankan partisipasi penuh anak-anak melalui pemberian informasi langsung tentang isu-isu pemenuhan hak dan perlindungan oleh berbagai Kementerian/Lembaga, organisasi, dan NGO.

“Anak-anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) diharapkan dapat mengolah berbagai informasi yang ada menjadi sebuah mimpi untuk Indonesia dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tutur Lenny Rosalin.

Lenny mengatakan tema yang diangkat dalam FAN 2018 diharapkan dapat menginspirasi anak untuk berbakti kepada negeri dengan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor. “Sebagai Pelopor, anak-anak diharapkan dapat menjadi agent of change bagi lingkungan sekitarnya. Sementara sebagai Pelapor, anak-anak diharapkan dapat aktif melaporkan masalah yang menimpa teman sebayanya. Oleh karena itu, kami mendorong Pemerintah Daerah untuk membuat mekanisme bagi anak-anak yang ingin melaporkan kejadian yang menimpa teman sebaya mereka. Harus dibangun komitmen bersama untuk membangun saluran melapor dan menjadikan anak-anak sebagai aktor pembangunan,” tegas Lenny.

Lenny menilai terpenuhinya hak partisipasi anak akan berdampak positif terhadap proses tumbuh kembang mereka. Anak yang aktif lebih resistant terhadap kemungkinan menjadi korban kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi. “Oleh karena itu, dalam pertemuan FAN 2018, anak-anak dari seluruh Indonesia akan dibekali berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan langsung oleh narasumber yang berkualitas dan kompeten di bidangnya. Kami berharap anak-anak yang hadir pada kesempatan ini dapat menjadi motivator, fasilitator, inovator, dan kreator sehingga dapat berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada teman-teman lainnya,” tambah Lenny.

Pertemuan FAN 2018 kali ini benar-benar dilakukan oleh anak-anak Indonesia. “semuanya dibahas dari anak, oleh anak, dan untuk anak, “tutup Lenny.

Adapun puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, akan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here