Home Ekonomi & Pemerintah Program Perwira, Berikan Pendampingan Bisnis Bagi Pemuda Wirausaha Jawa Timur

Program Perwira, Berikan Pendampingan Bisnis Bagi Pemuda Wirausaha Jawa Timur

307 views
0
SHARE

primaradio.id – Program Perwira yang mengusung tagline Right Person, Right Idea, Right Journey diketahui sedang mencari calon Perwira yang diharapkan bisa menjadi penggerak sektor ekonomi di Jawa Timur.

Guna memperkenalkan program Perwira kali ini, maka dihadirkan beberapa pembicara dalam sesi press conference pada Senin, 25 Mei 2021 pukul 15.00 WIB di CoHive, Jl HR Muhammad No 31 Surabaya.

Acara ini menghadirkan para advisor dan mentor yang akan mendampingi para Perwira secara intensif nantinya.

Diantaranya yang hadir secara langsung adalah Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, CEO of Tanrise Property & Deputy CEO of Tancorp Group, Belinda Tanoko, Project Manager Business & Export Development Organization (BEDO), Rosada Talib. Menghadirkan pula Program Head – Innovation Factory, Agustiadi Lee secara daring melalui Zoom.

Sebagai opening speech, ketua Perwira 2021, Nuryadi menyampaikan bahwa Program Perwira adalah sebuah platform ekosistem yang dapat menjadi pertemuan pemuda yang berwirausaha dengan para advisor dan mentor, untuk mendapatkan journey yang tepat dalam mengembangkan usahanya. Program ini mencari Pemuda Wirausaha yang bergerak di 5 sektor utama, yaitu health industry, education industry, agro industry, public service serta creative industry.

Program ini memiliki timeline yang berkelanjutan dengan 4 fase.

Pertama adalah Mencari Perwira, yaitu masa pengenalan program dan Roadshow Perwira di 8 kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Kedua adalah Menjadi Perwira, yaitu Demo Day dimana peserta akan memamerkan produk mereka sekaligus dengan proses pitching ide di depan Advisor untuk melihat hasil akselerasi para perwira.

Ketiga adalah fase Perwira Juara, yaitu momen lulusnya para Perwira seteleh mengikuti akselerasi selama 2 bulan.

Keempat adalah fase Perwira Take Off, yaitu implementasi dari ilmu yang didapatkan di dunia nyata.

“Salah satu goal dari perwira take off adalah perwira bisa mendapatkan investasi untuk pengembangan usaha mereka. Dengan bimbingan advisor di Perwira, harapannya para juara bisa lebih kuat dan bisa bersaing dengan pebisnis di kota-kota besar seperti Jakarta,” pungkas Nuryadi.

Pada sesi talkshow bersama para advisor dan mentor, Wakil Gubernur Jawa Timur – Emil Elestianto Dardak menyampaikan harapan terkait kegiatan inkubasi Pemuda Wirausaha ini.

“Program ini mencari bibit pemuda potensial yang mau untuk belajar dan menempa diri dengan pendampingan intensif oleh para advisor dan mentor. Tujuan utamanya adalah membantu para Perwira untuk menemukan journey yang tepat, “katanya.

Pemuda wirausaha yang dicari tidak hanya terkait dengan kesuksesan secara materi. Namun juga kualitas saat membangun bisnis, passion yang menggerakkan, serta target dan value yang menjawab permasalahan yang ada saat ini.

Emil juga menambahkan, bisnis tidak selalu tentang keuntungan, namun banyak juga bisnis startup yang tidak untung banyak, tapi bisa memberdayakan pemuda di sekitarnya.

Baginya, sifat penting seorang pemuda wirausaha adalah punya cita-cita besar. Tidak hanya cita-cita terkait materiil namun juga memberikan value dan impact.

“Saat ini butuh banyak bimbingan untuk membangun ekosistem bisnis. Perwira fokus untuk mencetak bibit-bibit pemuda dan harapannya bisa menjadi model yang bisa dikembangkan di tempat lain. Kita akan mencari ide-ide dan journey keren yang relatable. Kalo sekedar modal yg dicari disini, rasanya kurang pas,” imbuh Emil saat closing statement.

Emil juga menegaskan agar pemuda wirausaha bukan hanya sekedar ikut-ikutan tren saja tapi memahami betul dampak yang bisa diberikan bagi Jawa Timur.

“Makanya roadshow Perwira nggak hanya di Surabaya saja, tapi Ngawi, , Pamekasan, Jember dan beberapa daerah lainnya, “jelas Emil.

Pada kesempatan ini, advisor berikutnya, CEO of Tanrise Property & Deputy CEO of Tancorp Group – Belinda Tanoko menyampaikan bahwa kunci sustainability suatu usaha adalah think big, act small.

Semua hal yang ingin kita capai harus diupayakan, tidak ada hal yang dicapai secara cuma-cuma. Dalam sikap think big, act small, Belinda menjelaskan bahwa pemikiran atau cita-cita yang besar bisa diimbangi dengan langkah kecil yang berarti dan dilakukan terus menerus.

Menurut Belinda, memulai bisnis bisa memaksimalkan apa yang sudah dimiliki, tanpa harus memulai dengan hal besar. Mindset seperti ini yang bisa mendukung sustainability bisnis. Jika seseorang tahu proses dan perjuangannya, maka kegigihan untuk terus memperjuangkan bisnisnya bisa semakin meningkat.

“Tantangan bagi pemuda saat ini adalah kecenderungan untuk mencari cara instan dalam mencapai tujuannya. Penting adanya edukasi terkait empati dan endurance dalam menjalankan bisnisnya. Segala sesuatu yang instan hanya bertahan sementara saja. Sedangkan membangun kredibilitas membutuhkan waktu dan pemikiran jangka panjang,” ungkap Belinda.

Selanjutnya Project Manager Business & Export Development Organization (BEDO), Rosada Talib juga menyampaikan pentingnya sustainability dan intensitas dalam mendampingi UKM yang potensial. Melihat kondisi di lapangan saat ini, yaitu keinginan para UKM untuk bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama, namun tidak begitu memahami cara yang harus dilakukan.

“Daya juang para pelaku UKM saat ini sebenarnya luar biasa, terutama saat masa pandemi seperti ini. Program Perwira ini bisa menjadi salah satu langkah untuk memberikan pendampingan yang berkelanjutan,” ungkap Rosada.

Sementara, Program Head – Innovation Factory, Agustiadi Lee menyampaikan secara garis besar ada 3 tantangan bagi bisnis startup maupun UKM di Indonesia. Pertama adalah keterbatasan access to finance, yaitu kesulitan para pelaku usaha untuk mengakses bantuan modal. Kedua adalah tantangan dalam akses ke pasar. Meskipun begitu, kini pelaku usaha sudah dimudahkan dengan adanya platform pasar digital. Tantangan ketiga adalah akses infrastruktur dan teknologi. Terdapat pelaku usaha yang belum efisien dalam menjalankan usahanya, karena kesulitan dalam penguasaan teknologi.

“Untuk mengatasi tiga tantangan tadi, pemuda wirausaha harus terus bergerak. Penting bagi mereka untuk melakukan validasi. Bertemu langsung dengan customer, melakukan kroscek bahwa bisnis mereka menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Semakin banyak validasi, maka semakin bisa meyakinkan para investor,” pungkas Agustiadi melalui Zoom.

Untuk diketahui, pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui website www.menjadiperwira.com. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here