
primaradio.id – Kota Surabaya ikut menerapkan PPKM berskala mikro. Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan PPKM berskal mikro ini akan lebih memperketat mobilitas warga sampai ke tingkat RT/RW.
Karena itu Whisnu mengaku akan mengaktifkan kembali kampung tangguh yang sudah cukup lama tidak aktif. Karena sampai saat ini menurut Whisnu, hanya ada sebanyak 650 kampung tangguh yang aktif.
“Kampung tangguh di Surabaya ada 1.294 kampung. Kita akan me-reaktivasi lagi kampung yang lama tak akitf, “kata Whisnu usai menggelar Dialog Penanganan Covid-19 hari kedua di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (9/2/2021).
Lebih lanjut Plt Wali Kota menjelaskan untuk menghidupkan kampung tangguh agar mendukung keberhasilan program PPKM Mikro di Surabaya, maka pihaknya meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya menata recofusing atau realokasi dana penanganan Covid-19.
“Hari ini saya minta pak Sekda rapat koordinasi dengan Mendagri guna membahas recofusing dana. Saya minta agar coba dihitung ulang dana kelujrahan. Kan selama ini digunakan untuk dana permakanan. Jika memungkinkan akan kita tambah untuk mendanai kampung-kampung tangguh agar lebih efeltif, “jelasnya.
Selama PPKM beskala mikro berlangsung pada 9-22 Februari 2021, kata Whisnu akan ada pembatasan mobilitas warga dengan cara memperketat penjagaan di sudut-sudut pintu masuk kampung.
“Warga luar diperketat ketika mau masuk kampung. Kecuali mereka penghuni setempat. PPKM mikro sekaligus membatasi mobilitas warga agar tidak kemana-mana kalau tidak penting, “tambahnya.(bee)





