primaradio.id – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudy Setiawan melaunching Tim Respon Cepat Tindak atau Respati pada saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 di Halaman Mapolrestabes Surabaya, Rabu(6/6).
Pembentukan unit Respati berlatarbelakang evaluasi Polrestabes akan beberapa tindak kriminal dan Kamtibmas yang ada di Surabaya, terutama yang terjadi di luar jam dinas seperti malam hari.
Menurut Kombes Pol Rudy Setiawan Unit Respati dibentuk sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang berintensitas tinggi. Selain itu para personil unit Respati juga sudah memiliki kemampuan reaksi cepat baik penggunaan senjata, beladiri maupun ketrampilan mengendarai kendaraan bermotor.
“Ketika terjadi gangguan kamtibnas beritensitas tinggi ini dibutuhkan kecepatan dan ditangani orang orang khusus, mereka ini sudah dilatih punya kemampuan reaksi cepat, baik penggunaan senjata, mengendarai kendaraan bermotor, beladiri dan sebagainya” kata Komber Pol Rudy Setiawan saat ditemui wartawan usai menjadi inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018, Rabu (6/6).
Unit Respati ini beranggotakan 10 personil khusus yang terdiri dari terdiri 3 polwan, 1 komandan dan 6 polisi . Kombes Pol Rudy Setiawan menegaskan tim Respati ini berbeda dengan unit keamanan yang lain seperti Patroli Rutin, Tim Renmas maupun Tim Anti Bandit, Unit Respati merupakan pasukan yang dikhususkan menangani masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang beritensitas tinggi seperti perampokan dan penyanderaan.
“Jadi mereka seperti pasukan yang saya bilang, khusus, jadi yang kecil-kecil tidak ditangani mereka, kalau kecil-kecil ditangani patroli rutin, remas, anti bandit tapi misal diinformasikan kepada kita intensitas tinggi, misalnya perampokan, penyanderaan, baru kita keluarkan” tegas Kombes Pol Rudy Setiawan.
Berseragam serba hitam serta memakai kelengkapan yang sangat lengkap, Tim Respati dipersenjaati senjata laras panjang dan pistol serta diberikan kendaraan bermotor khusus untuk melakukan aktivitas yang mobile untuk melaksanakan keamanan dan patroli di Surabaya. Rencananya untuk lebih mematangkan kesiapan para personil, Unit Respati ini akan menjalani pelatian khusus di Pusdik Brimob Watukosek.
Sementara itu, dalam rangka mengamankan masa lebaran 2018, selain menurunkan unit Respati, Polrestabes Surabaya juga menugaskan pasukan sebanyak 600 personil gabungan dari Polisi, TNI dan Dinas Perhubungan. (alf/bee)






