
primaradio.id – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap tiga terduga teroris yang terkait dengan peristiwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, sejauh ini peran ketiganya dalam aksi bom bunuh diri itu masih belum diketahui. Mereka saat ini masih diperiksa polisi.
“Dari hasil pengembangan, kita telah mengamankan tiga pelaku berkaitan dengan tindak terorisme bom Kampung Melayu,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung.
Seperti diketahui, Pada Rabu malam, 24 Mei 2017, terjadi dua kali ledakan di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Ledakan pertama terjadi tepat pukul 21.00 di depan toilet umum, sedangkan ledakan kedua terjadi pukul 21 lewat 05 menit WIB di dekat Halte Transjakarta Kampung Melayu, yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi ledakan pertama. Dua pelaku bom bunuh diri meninggal seketika. Pelaku diketahui bernama Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.
Dalam peristiwa itu, selain menyebabkan dua pelaku tewas, tiga korban polisi gugur, yaitu Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan, dan Bripda Imam Gilang Adinata. Ketiganya merupakan anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya. Sementara Korban yang mengalami luka-luka akibat bom bunuh diri di Kampung Melayu tersebut, berjumlah 11 orang, yang terdiri atas enam polisi dan lima masyarakat sipil.





