primaradio.id – Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2017. Salah satunya tentang asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, ada sejumlah alasan yang mendorong kepercayaan diri pemerintah untuk menetapkan target pertumbuhan sebesar 5,2 persen. Pertama langkah drastis pemerintah dengan melakukan pemangkasan anggaran untuk mengurangi belanja kementerian/lembaga dalam rangka mengamankan APBN 2016.
“Jadi kalau dibandingkan dengan APBN-P 2017, dari sisi pemerintah kontribusinya untuk konsumsi di dalam PDB kita pasti positif. Kalau dilihat GDP 2016 adalah 5,02 persen di mana pemerintah negatif 0,1 persen. Jadi tahun ini pemerintah lebih positif sekitar 4 persen,” kata Sri Mulyani Indrawati.
Sementara faktor pertumbuhan ekonomi lainnya adalah tingkat konsumsi yang masih di kisaran 5 perrsen. “Selama investasi bisa tumbuh lebih baik, di mana tahun lalu tumbuh 4 persen, kalau perkiraan konsumsi tumbuh di atas 5 persen tahun ini, maka akan menunjukkan momen positif,” ucap Sri Mulyani Indrawati.
Tidak hanya itu, meningkatnya ekspor untuk semester 1 tahun ini juga menjadi penentu pertumbuhan ekonomi. Tahun lalu pertumbuhan ekspor dan impor mengalami penurunan, berbanding terbalik dengan tahun ini yang mana pertumbuhan ekspor dan impor mengalami peningkatan di kisaran 7-8 persen. (joe)
Sumber : Tempo






