primaradio.id – Pemerintah mengakui sangat tidak mungkin Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) nol error. Pasalnya, secara nasional siswa yang mengikuti UNBK juga mengalami peningkatan drastis.
Menurut Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan bahwa ada 170.000 siswa tahun lalu yang ikut UNBK, sedangkan untuk tahun ini menjadi sekitar 921.000 siswa, sehingga pasti ada kendala teknisnya. Rincian peserta UNBK, sekitar 156.171 siswa SMP dan MTs, serta sekitar 267.230 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMK sekitar 498,177 siswa. UNBK tahun 2016 ini setiap jenjang sekolah kurang lebih 1.010 SMP dan MTs, 1.297 SMA dan MA, serta 2.103 SMK di seluruh Indonesia.
Anies juga mengapresiasi Kota Surabaya yang menyelengarakan UNBK 100 persen. Hal ini mampu meningkatkan hampir 900 persen atau total sekitar 4.400 sekolah penyelenggara UNBK. Sedangkan tahun sebelumnya, UNBK hanya diselenggarakan sekitar 500 sekolah dari total sekitar 79.000 sekolah penyelenggara Unas di Indonesia.
Penyelenggaraan tahun kedua ini UNBK masih menggunakan sistem semi-online, yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah). Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline dan hasilnya dikirim kembali atau diunggah dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online.(Zum/Nji)






