primaradio.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menganggap, penyakit tidak menular paling banyak menghabiskan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurut Wakil Ketua IDI dr Daeng M Faqih SH MH, mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menerapkan regulasi yang mengatur kewajiban masyarakat untuk melakukan preventif.
dr Daeng juga menambahkan, Kementerian Kesehatan Indonesia harus bekerja keras agar mendorong masyarakat mencegah penyakit metabolik. Khususnya bagi seseorang yang telah menunjukkan riwayat penyakit mematikan itu, agar tidak semakin fatal. Jika gaya hidup masyarakat di Indonesia terus kacau dan regulasi tidak diterapkan sungguh-sungguh diprediksi angka kejadian penyakit ini terus meningkat.






