Home Pendidikan & Kesehatan Pakar IT Roy Suryo: Pandemi Jadi Momentum Kembalikan Kejayaan Teknologi Indonesia

Pakar IT Roy Suryo: Pandemi Jadi Momentum Kembalikan Kejayaan Teknologi Indonesia

276 views
0
SHARE

primaradio.id – Roy Suryo selaku Pakar IT dan Mantan Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua mengajak pimpinan dan dosen untuk terus mengembangkan teknologi melalui peran mereka masing-masing. Terlebih, Pandemi memaksa para civitas kampus untuk belajar dari rumah dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan pembelajaran terus berlangsung.

Hal ini disampaikan dalam Talkshow Komunitas SEVIMA dalam rangka peringatan Hari Satelit Palapa, Jum’at (09/07) pagi, Roy Suryo.

Pada kesempatan itu, Roy Suryo mengajak pimpinan dan dosen untuk terus mengembangkan teknologi melalui peran mereka masing-masing. Terlebih, Pandemi memaksa para civitas kampus untuk belajar dari rumah dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan pembelajaran terus berlangsung.

“Sehingga peringatan Peluncuran Satelit Palapa yang masih dalam suasana Pandemi ini, sekaligus menjadi pengingat kita. Bahwa Pandemi COVID ini momentum untuk kembalikan kejayaan teknologi Indonesia,” ungkap Roy Suryo dalam Talkshow yang juga dihadiri Tim Publik Amazon Indonesia Venus Wibisana, dan Direktur Utama SEVIMA (Chief Executive Officer) Sugianto Halim, M.M.T.

Pendidikan Berbasis Teknologi Awan

Roy Suryo mengungkapkan tantangan penerapan teknologi di Indonesia tak sedikit. Mulai dari keterbatasan internet di luar Jawa hingga mahalnya biaya server jika kampus dan sekolah harus membuat aplikasi pembelajarannya sendiri. Padahal, ini merupakan tuntutan di era Pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, Roy Suryo mencontohkan sistem akademik berbasis cloud computing (disingkat SiakadCloud) sebagai solusi yang telah ada di Indonesia. Melalui SiakadCloud, pembelajaran dan administrasi kampus tak perlu lagi dilakukan secara tatap muka. Materi pun cukup disimpan secara online.

“Jadi dengan adanya inovasi teknologi cloud computing di perguruan tinggi, terus terang ini jauh lebih memudahkan dan jauh lebih efisien dibandingkan kalau perguruan tinggi menyiapkan perangkat sendiri. Mahasiswa dan dosen hanya memerlukan internet untuk mengakses platform pembelajaran atau sistem informasi akademik. Ini juga sudah banyak digunakan oleh kampus saat ini. Materinya sudah ada di awan, kalau kelas juga online lewat awan, pakai Zoom,” tambah Roy Suryo.

Venus Wibisana, Tim Publik Amazon Indonesia yang juga menjadi pembicara, menjelaskan di masa pandemi ini menyebabkan perubahan perilaku belajar dari tradisional menjadi serba daring atau blended learning. Fakta ini menyebabkan pertumbuhan data yang signifikan baik dari materi kuliah seperti file presentasi, tugas mahasiswa, video pembelajaran, dan juga rekaman hasil perkuliahan tentu memerlukan storage dan infrastruktur yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan yang pesat.

Sebelum adanya cloud computing ini, jangankan pembelajaran online dan penyimpanan data. Laptop dan gadget rusak pun bisa jadi masalah tersendiri.

“Dulu sebelum adanya cloud ini, laptop saya pernah konslet karena ketumpahan kopi. Bayangkan, materi-materi dan file kuliah dan skripsi bisa hilang karena musibah tersebut. Sekarang dengan adanya sistem Cloud kita tidak perlu khawatir, cukup login ke Cloud, lalu data lama kita bisa dikembalikan seperti semula” ungkap Venus Wibisana menceritakan integrasi SiakadCloud yang telah menggunakan Server Amazon (AWS).

Tantangan Keamanan Data

Cepatnya menguasai teknologi juga perlu diiringi dengan kehati-hatian. Roy Suryo mengingatkan bahwa tak sedikit orang awam menggunakan teknologi akhirnya malah terhack. Apalagi jika data-data tersebut milik kampus, tentu saja keamanan data di kampus sangat penting.

“Dalam berteknologi, keamanan harus benar-benar dijaga. Terutama dalam keamanan data yang harus disimpan sebaik mungkin. Ini perlu peran bersama, baik regulator, perusahaan IT, dan pengguna, yang pastinya tidak mudah karena belum semua pihak melek dunia digital” terang Roy Suryo.

Sugianto Halim sebagai pembicara juga menyebutkan bahwa di Indonesia, sistem berbasis cloud telah menggunakan standar internasional untuk keamanan. Lebih dari dua juta pengguna aktif dan 500 kampus di Indonesia yang tergabung sebagai Komunitas SEVIMA, juga telah rutin menggunakan Siakadcloud seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan masa pandemi.

Guna memastikan kejayaan teknologi di bidang pendidikan tanpa mengorbankan privasi dan keamanan data, Halim menyatakan pihaknya akan terus berkomitmen untuk pengembangan Siakadcloud. Misalnya dengan cara menyediakan platform serta fasilitas yang aman dan mumpuni, performa tinggi, koneksi tidak terputus, server selalu online, dan keamanan data.

Sedangkan dari segi pengguna, pengetahuan seputar IT dan kemampuan menjaga data pribadi menjadi mutlak diperlukan.

“Saat ini SiakadCloud sudah digunakan oleh 500 kampus dengan lebih dari dua juta pengguna, dan terus meningkat. Komitmen kampus dan dunia pendidikan di Indonesia untuk menggunakan SiakadCloud sebagai platform layanan pendidikan tinggi (Software as a Service/SAAS). Sehingga yang jadi fokus kita saaat ini, peningkatan literasi dan peningkatan keamanan data kampus menjadi sangat penting,” pungkas Sugianto Halim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here