primaradio.id – Perlahan tapi pasti pemulihan ekonomi secara nasional terus berjalan meski pandemi Covid-19 belum juga usai. Namun ada optimism dari lembaga OJK akan arah positif dari pemulihan ekonomi nasional. Tidak ketinggalan yang dialami sektor jasa keuangan.
Kepala Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi dalam kegiatan cangkrukan Media, Kamis (6/5/2021) di Surabaya mengatakan stabilitas sektor Jasa Keuangan Jawa Timur Masih terjaga.
“Ini terlihat dari kecukupan modal terjaga diatas threshold, kecukupan likuiditas mencukupi untuk antisipasi kebutuhan masyarakat dan risiko kredit termitigasi dengan baik, “kata Bambang dalam paparannya.
Di samping itu dapat terlihat pula kinerja sektor jasa keuangan Jatim yang juga terjaga dengan baik, ditandai dengan adanya pertumbuhan perbankan, pertumbuhan pasar modal dan pertumbuhan industri non bank.
“Aset Perbankan mencapai 7,83% YoY. Meskipun kredit turun -1,68%, namun DPK mencapai 8,30% YoY, “jelasnya.
Adapun dalam kegiatan cangkrukan Media ini juga disampaikan terkait implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jawa Timur. Menurut Bambang Mukti Riyadi, sampai dengan April 2021, restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 mencapai Rp137,6 Triliun.
“Dimana sektor perbankan mencapai Rp115,6 T dan sektor IKNB Rp21,9 T, “tambah Bambang.
Adapun realisasi penyaluran kredit pendanaan pemerintah mencapai Rp33,2 Triliun, dimana terbesar diperuntukkan untuk UMKM sebesar Rp25,9 T. sementara Non-UMKM sebesar Rp7,3 T.
Kata Bambang industri jasa keuangan terus menjadikan UMKM sebagai sektor prioritas. Ia pun menegaskan akan terus mendorong pengembangan sektor UMKM.
“78 persen realisasi penyaluran kredit bagi UMKM. Ini sebagai bukti kami industri jasa keuangan terus berupaya mendorong sektor UMKM sebagai sektor yang bangkit sebagai bagian dari penguatan ekonomi, “pungkasnya. (bee)






