primaradio.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan telah mengumpulkan semua informasi yang menguatkan dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi dalam upaya pengaburan barang bukti kasus penyiraman air keras terhadap dirinya, April lalu.
Seorang perwira tinggi yang masih aktif di Markas Besar Kepolisian RI itu juga disinyalir punya andil dalam serangkaian teror terhadap penyidik KPK lainnya beberapa tahun terakhir. “Bukti ini ada. Bukan bohongan. Saya siap memberikan semuanya, sekali lagi, semuanya, kepada tim pencari fakta seandainya nanti terbentuk,” kata Novel
Novel sendiri memang tak berencana menyerahkan bukti itu ke penyidik kepolisian. Alasannya, dirinya tidak yakin dengan pihak kepolisian yang bahkan tidak bisa menemukan pelaku lapangan yang menyiramnya dengan cairan kimia. “Menemukan pelaku lapangan yang menyerang saya saja tidak bisa, bagaimana ini yang lebih besar,” ujarnya.
Hingga hari ke-114 penyelidikan, Polri memang belum berhasil mengungkap dua pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel, yang terjadi pada Selasa, 11 April lalu. Akibat serangan itu, Novel harus dirawat di Singapura untuk memulihkan matanya yang terluka parah.
Sumber : Tempo






