
primaradio.id – Manajer Manchester United Jose Mourinho baru-baru ini menyoroti terkait keputusan klubnya yang melepas Angel Di Maria dan Javier ‘Chichacito’ Hernandez di era kepemimpinan manajer Louis Van Gaal.
Di Maria bergabung dengan The Red Devilspada tahun 2014 silam usai meninggalkan Real Madrid. Kehadirannya bahkan diklaim bisa menggantikan sosok Cristiano Ronaldo di Old Trafford. Pemain berpaspor Argentina tersebut juga langsung diberi nomor punggung 7 yang legendaris bagi United. Namun sayangnya, ekspektasi publik Theater of Dream tidak ditebus dengan baik oleh Di Maria karena Ia gagal menampilkan permainan terbaiknya.
Gagal bersinar di bawah asuhan Van Gaal, Di Maria lantas dilepas setahun kemudian ke Paris Saint-Germain dengan harga yang lebih murah dibanding saat United membelinya dari Real Madrid.
Tak hanya itu, Van Gaal juga melepas beberapa pemain lainnya, termasuk Chicharito. Peninggalan Fergie ini langsung dipinjamkan ke Real Madrid begitu Van Gaal datang. Setahun kemudian, Chicharito harus benar-benar meninggalkan Old Trafford usai dilepas secara permanen ke Bayer Leverkusen.
Ironinya, saat meninggalkan United, dua pemain ini justru tampil impresif. Hal inilah yang dikritisi Jose Mourinho. Menurutnya, Manchester United terlalu dini untuk melepas dua pemain tersebut.
“Ketika saya datang ke sini, saya mendapati klub yang menyedihkan. Manchester United menjual pemain yang tak mungkin akan saya jual, dan membeli pemain yang tak seharusnya saya beli,” kata Mourinho pada BBC.
“Saya tak akan menjual Di Maria, Chicharito, Danny Welbeck, tak akan pernah, tak ada pilihan,” sambungnya. (joe)





