primaradio.id – Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengerti tentang pengelolaan keuangan membuat Indonesia jauh tertinggal dibanding dengan negara lain. Deputi Akses Permodalan badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, data dari Otoritas Jasa Keuanganatau (OJK) menyebutkan, Indeks inklusi keuangan baru 60 % dan literasinya sekitar 36 %.
“Kalau dari indeks inklusi keuangan kan baru 60% dari OJK. Kalau literasinya, di angkan 36 %,” ujar Fadjar.
Angka ini menurut Fadjar masih cukup kecil dibanding dengan negara lain, seperti Singapura “Ya masih kuranglah. Kalau dibandingkan dengan negara lain, Singapur misalkan, yang inklusinya mungkin hari ini 100 %, literasinya di atas 50 %.” tandasnya

Masalah ini membuat Indonesia mempunyai banyak ruang yang harus diisi agar bisa sebanding dengan negara lain. Satu diantaranya dengan meningkatkan Pelaku industri kreatif.
Fadjar juga mengatakan Bekraf bekerjasama dengan dunia perbankan untuk memfasilitasi Akses permodalan bagi pelaku Industri kreatif. Termasuk menggandeng beberapa komunitas bisnis ukm di daerah agar bisa meningkatkan pelaku bisnis industri kreatif. (yu)






