Home Prima Trending Topics Masih Berduka, Resepsi HUT Surabaya Digelar Sederhana

Masih Berduka, Resepsi HUT Surabaya Digelar Sederhana

594 views
0
SHARE
Suasana Resepsi Hari jadi Kota Surabaya ke-725 (Foto: Alfi Purnomo)

primaradio.id – Perayaan hari jadi Kota Surabaya ke-725 tahun ini dilaksanakan secara sederhana di Taman Surya, Kamis(31/5). Seperti yang disampaikan Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini pada sambutannya jika kota Surabaya masih dalam suasana berduka pasca rentetan aksi teorisme yang terjadi di tiga geraja dan Mapolrestabes Surabaya pertengahan Mei lalu.

“Kita memang minta agak sederhana dan tidak perlu hura-hura karena kita masih berduka tapi insyaallah kalau kondisi kota sendiri udah pulih dan udah kembali seperti semula”, tutur Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini kepada wartawan, Kamis(31/5).

Risma juga berpesan kepada seluruh masyarakat Surabaya untuk saling bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.

“Kini saatnya kita berdini dan bergandengan tangan seraya teriak kita bersaudara. Kita harus lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Kita akan buktikan pada dunia, kalau bersama kita bisa mewujukan cita-cita para pendiri bangsa. Kita bukan bangsa lemah, yang menerima Kemedekaan sebagai hadiah Penjajah. Itu telah dibuktikan 725 tahun lalu dan 10 Nopember 1945, Surabaya telah berhasil mengusir bala tentara terkuat dunia. Inilah yang harus kita contoh, dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan yang menghambat kemajuan”, seru Risma.

Sementara itu total pengisi acara yang turut memeriahkan acara resepsi ini berjumlah 1.400 orang. Gebyar resepsi Hari Jadi Kota Surabaya ke-725 ini turut dimeriahkan oleh aksi siswa-siswi berprestasi kota Surabaya, diantaranya dengan menampilkan aksi Remo masal 725 pelajar SD, Orchestra Pelajar Surabaya, music tradisional dan kolintang dan Operet Kebangsaan. Terkait para siswa yang menampilkan aksi operet kebangsaan dan menggambarkan keberagaman, Risma menuturkan hal itu dapat menjadi pelajaran bagi para pelajar agar tidak mudah terpecah bela.

“Jadi saya kepingin mulai anak anak kita ajarkan, memang kita ini berbeda-beda tapi bukan berarti kita terpecah belah. Nah itu yang ingin saya sampaikan, ini mundur kalau kita terpecah belah”, kata wanita kelahiran 20 November 1961 tersebut.

Selain penampilan para pelajar, dalam acara resepsi Hari Jadi Kota Surabaya ini juga diadakan penyerahan 97 penghargaan kepada masyarakat kota Surabaya yang berprestasi dan berpartisipasi memajukan kota Surabaya, dan pemberian santunan kepada keluarga korban kebakaran di Pandigiling dan Kebalen. Dan yang menarik dalam acara resepsi tahun ini ialah para peserta wajib mengenakan pakaian ala Cak dan Ning Suroboyo. (alf/bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here