Surabaya: Sahabat Prima, seseorang ketika memeluk suatu agama, kebanyakan itu sudah diturunkan dari orang tua ke anaknya. Tapi seringkali yang terjadi, si anak masih belum sepenuhnya menghidupi agamanya itu dalam tingkah laku, perbuatan, dalam berpikir, dalam berkata-kata. Ya bisa dikatakan belum sepenuhnya tune in 100% lah, bisa dikatakan seperti itu ya.
Karena semuanya itu pasti ada prosesnya. Nah…sama juga yang terjadi pada seorang anak kelahiran India, yang berwarga negara Singapura, dan banyak beraktifitas di Indonesia ini. Datang ke studio Prima Radio Surabaya, untuk bercerita perjalanan hidupnya, “Kenapa Beragama Kristen?”. Pria yang sudah berusia 71 tahun ini menceritakan cinta kasih pemeliharaan Tuhan Yesus sampai dengan saat ini. Bercerita dalam bahasa inggris loh, Sahabat Prima. Untungnya kok ada penterjemahnya, sehingga terselamatkan deh siaran Live Streamingnya itu, hehehehe….
Akhirnya dengan bahasa bilingual (2 bahasa Inggris – Indonesia), membuat lebih mudah dimengerti ya.
Pria ini bernama Inban Abraham Caldwell, Strategic Coordinator HAND International (https://handinternational.org). Penterjemahnya bernama Vironica Tirtajaya (ini mah, sohib lama dari penyiarnya, hehehehe….).
Bapak Inban (biasa dipanggil seperti itu), bercerita kalau ayahnya seorang Pastor/Pendeta dan Ibunya yang tentu saja disebut sebagai Ibu Pendeta yang aktif melayani Tuhan. Dari 9 bersaudara, Pak Inban ini nomer 7. Semasa anak-anak sampai menginjak remaja, si kecil Inban, nakalnya minta ampun deh. Kedua orang tuanya sampai kewalahan. Singkat cerita, ketika berusia 23 tahun waktu itu, Inban remaja diminta mengantar Ibunya ke gereja yang waktu itu masih berbentuk rumah. Ya…mungkin bisa juga disebut sebagai persekutuan doa di jaman sekarang ya.
Waktu itu, Inban remaja, didoakan dan tanpa sadar inban menanggis sejadi-jadinya tanpa tahu kenapa kok dia bisa sampai menanggis. Ibunya yang melihat itu bersukacita sekali. Inban remaja, merasakan hadirat Tuhan waktu itu masuk dalam hatinya. Sejak itu Inban remaja sampai sekarang aktif di dunia Kemanusiaan yang disebut HAND.
Melalui HAND, Pak Inban, menyatakan cinta kasih Tuhan Yesus kepada banyak orang, khususnya di Indonesia di daerah-daerah yang terjangkau, bahkan pelosok. Pak Inban berkata, “Ibadah yang sejati itu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. yang bisa dikatakan memberikan hidup kita sebagai Persembahan yang Benar, untuk Kemuliaan Tuhan saja. Itu Ibadahmu yang sejati. Jadi Ibadah tidak hanya hari minggu saja di Gereja.”

Jadi Sahabat Prima, Hidup ini adalah Ibadah, untuk Hidup menjadi Benar. Hidup Benar berarti mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Juga yang terutama Mengasihi Tuhan, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita.
Sebagai informasi saja, Sahabat Prima, aktivitas dari Pak Inban, diantaranya:
Feb 2009 – Humanitarian Negotiations Training Course (Certificate)
April 2009 – Community Health Education (Certificate)
July 2009 – International Disaster Response Network (Qualified Trainer/Coach)
July 2009 – Community Development HIST Model (Qualified Trainer/Coach)
Sept 2009 – Singapore Red Cross: Standard First Aid (SFA)
Oct to Dec 2009 – International Diploma in Humanitarian Assistance (Diploma)
Feb 2011 – Pemantapan Taruna Siaga Bencana Indonesia (TAGANA)
Sept to Nov 2017 – Singapore Red Cross: Psychological First Aid (PFA)
lalu Misi, Visi, & Nilai HAND itu adalah:
VISI
“Untuk membangun suatu transformasi masyarakat yang holistik dan berkelanjutan melalui netweaving”
MISI
• HAND akan berkolaborasi dan menjalin jaringan dengan mitra-mitra dalam menangani bencana-bencana dan transformasi masyarakat
• HAND akan memperlengkapi & membangun kapasitas masyarakat melalui pendekatan berdasarkan-aset
• HAND akan menjadi katalis untuk transformasi masyarakat yang berkelanjutan
NILAI INTI
1. BELAS KASIH (KEMANUSIAAN)
Komunitas HAND didasarkan kepada hati yang penuh kasih dan belas kasihan untuk mereka yang membutuhkan bantuan dan perawatan khususnya kepada mereka yang terkena bencana, kemiskinan, dan ketidak adilan sosial
2. HUBUNGAN (HATI)
Komunitas HAND akan selalu berusaha mencari dan bekerja dengan individu dan grup lain yang sepaham untuk merubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kami menghargai kekuatan dari jaringan dan hubungan manusia. Sederhananya “sahabat bekerja dengan sahabat,bersenang-senang dan merubah dunia”.
3. DISIPLIN (KEPALA)
Komunitas HAND adalah komunitas yang adaptif, tabah, dan berorientasi pada misi. Komunitas HAND akan selalu berjuang untuk kesuksesan misi meskipun banyak tantangan dan kesulitan menghadang. Komunitas HAND juga akan menegakkan standard kebersihan dan ketepatan waktu yang tinggi.
4. SEMANGAT (TANGAN)
Komunitas HAND melakukan pendekatan pada setiap tugas atau pekerjaan dengan bergairah dan fokus untuk menyelesaikannya dengan baik. Oleh karena itu kami akan secara proaktif mendapatkan pelatihan, keterampilan, pengetahuan dan kompetensi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang telah ditugaskan dengan profesional.
Wah….Luar Biasa ternyata aktivitas Pak Inban ini ya, Sahabat Prima.
Kiranya HAND dijadikan alat untuk Kemuliaan Tuhan saja. Tuhan Yesus senantiasa memberkati Pak Inban dan Sis Vironica 🙏 (AP)






