primaradio.id – Sebanyak 13 kontraktor proyek dari 63 titik proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya keluhkan gangguan sosial yang selama mengerjakan proyek. Sehingga, proyek tidak selesai tepat waktu.
Menurut Direktur CV Nohwali Putera Onny Philippus mengatakan bahwa gangguan sosial umumnya terjadi saat warga meminta tanda tangan kontrak di atas kontrak.
Onny juga menambahkan, dirinya mendapatkan proyek empat titik yang bermasalah. Satu titik jalan dan tiga titik pematusan. Satu yang mengalami kesulitan akibat dampak sosial itu.
Dia menyebut proyek pematusan di Kertajaya Indah dan Kebon Agung yang melangami kendala sosial. Padahal, pihaknya berharap saat menang lelang, sudah langsung bisa mengerjakan proyek yang mereka dapat dan selesai tepat waktu. Selain itu juga masalah utilitas dan pasokan bahan baku yang tersendat.






