primaradio.id – Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang memuat penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan laut Selat Bali pada Selasa malam.
Informasi yang dihimpun, KMP Yunicee tenggelam di perairan Selat Bali sekitar pukul 19:20 WIT (18:20 WIB) dengan tempat kejadian perkara berjarak sekitar 300 meter dari Pelabuhan Gilimanuk.
Sebanyak enam orang penumpang KMP Yunicee ditemukan meninggal dunia dan 14 orang lainnya dalam pencarian setelah kapal feri yang memuat 41 penumpang dan 12 ABK itu kecelakaan laut hingga tenggelam di perairan Selat Bali, Selasa 29 Juni malam seperti dilansir dari Antara.
Menurut Letkol Infanteri Yuli Eko, Sebelum tenggelam, KMP Yunicee sempat menunggu antrean untuk bersandar di Pelabuhan Gilimanuk. Tidak lama berselang, kapal tersebut diduga terbawa arus laut ke arah selatan pelabuhan hingga mengalami kecelakaan dan tenggelam.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting menceritakan saat melakukan pencarian bersama denga tim SAR gabungan lainnya, mengevakuasi ABK kepala kamar mesin KMP Yunicee yang terombang ambing di tengah laut Selat Bali.
ABK tersebut menceritakan, KMP Yunicee yang parkir dan menunggu antrean terseret arus. Karena ombaknya besar, kemampuan mesin tidak bisa mengimbangi tingginya gelombang dan terseret, Sekitar lima menit kapal miring dan tenggelam ke sisi kiri. (bee)
Sumber: Antara






