Home Ekonomi & Pemerintah Kemenperin Tingkatkan Peluang Bisnis Industri Kulit dan Alas Kaki di Tanggulangin Melalui...

Kemenperin Tingkatkan Peluang Bisnis Industri Kulit dan Alas Kaki di Tanggulangin Melalui Digitalisasi

1,139 views
0
SHARE

primaradio. co. id – Industri kulit, alas kaki, dan barang jadi kulit merupakan salah satu sektor Industri prioritas yang berhasil mencatatkan nilai surplus dalam perdagangan Internasional.

Pada bulan Agustus 2020, nilai ekspor lebih besar dari nilai impornya yaitu sebesar US$ 255,86 juta. Selain itu, Indonesia berada pada urutan ke-4 di dunia sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit.

Salah satu pusat industri kulit ada di Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur. Oleh karena itu untuk mendukung perkembangan Industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) sejak tahun 2017 hingga 2019 secara konsisten memberikan dukungan dalam pengembangan industri di Tanggulangin, Sidoarjo.

E. Ratna Utarianingrum selaku Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian telah melaksanakan berbagai program untuk pengembangan Sentra IKM Tanggulangin melalui pelaksanaan Program Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin melalui pembangunan gapura, trotoar, taman wisata dan revitalisasi fisik lainnya melalui Dana Alokasi Khusus Revitalisasi Sentra IKM. Selain itu, untuk program yang bersifat non fisik telah dilaksanakan berbagai fasilitasi diantaranya fasilitasi akses digital marketing melalui program e-Smart IKM; fasilitasi Rebranding Sentra IKM Tanggulangin; dan fasilitasi Upscaling IKM Tanggulangin unggulan dimana IKM mendapatkan berbagai materi workshop terkait dengan Perbaikan kualitas produk, Manajemen Bisnis, Strategi Pemasaran, Digital Marketing, Fasilitasi Pembuatan Marketing Tools dan diakhiri dengan Business Matching.

Pada tahun 2020, sebagai respon terhadap Kondisi Pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA melakukan program fasilitasi pemasaran produk melalui jalur Digital di Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo. Program ini dilaksanakan melalui Digitalisasi Pemasaran Produk Koperasi Intako yang diharapkan bisa berperan dalam melakukan penjualan produk-produk IKM Tanggulangin.

“Program ini bertujuan untuk menjadikan INTAKO sebagai pusat pemasaran digital produk IKM tanggulangin yang akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dilakukan pelaksanaan strategi pemasaran digital jangka pendek melalui persiapan, penyusunan, fasilitasi peralatan pemasaran digital dan pelaksanaan rencana pemasaran di marketplaces maupun media sosial. Kemudian tahap selanjutnya akan dilaksanakan strategi pemasaran digital jangka menengah melalui pendampingan agar INTAKO bisa melaksanakan pemasaran digital secara mandiri sehingga pada akhirnya INTAKO bias menjadi pusat pemasaran digital produk IKM Tanggulangin. Jelas Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, E. Ratna Utarianingrum pada sambutannya di acara “Kick-Off Digitalisasi Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo” melalui media daring, Jumat (13/11).

Ratna menyampaikan, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan, terdapat fakta bahwa tingkat kemampuan pengurus Koperasi INTAKO dalam melakukan pemasaran digital, baik melalui sosial media atau marketplaces masih kurang, selain itu juga masih terbatasnya akses pengurus koperasi INTAKO terhadap informasi teknologi mengenaipemasaran digital. Hal ini bisa dimaklumi mengingat perkembangan teknologi digital yang sangat cepat sehingga diperlukan upgrading / pembaruan pengetahuan secara berkala sehingga bias mengimbangi perkembangan teknologi.

Menurut Direktur IKM KSKIA, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak dalam mengembangkan Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo. Oleh karena itu pada kesempatan hari ini, kami mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan IKM di Tanggulangin untuk bersama-sama untuk mendukung berjalannya program ini. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal karena dengan membeli produk lokal berarti kita turut serta berperan dalam membangkitkan kembali perekonomian dan menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan. Karena kita Cinta Produk Indonesia dan Bangga Buatan Indonesia” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Industri dan Perdagangan Disperindag Jatim, Saiful Jasan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, di masa pandemi Covid-19 perdagangan secara online meningkat trrmasuk jumlah pelaku pemasaran digital yang ikut meningkat. Ini menurutnya karena pemerintah dan masing-masing market place berupaya memfasilitasi agar pelaku IKM dapat memanfaatkan IT melalui pasar online.

““Termasuk juga yang hari ini dilaksanakan di Tanggulangin, nantinya akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang dibantukan. Diharapkan nantinya secara mandiri, Intako bisa meningkatkan pemasarannya melalui dunia digital,” ujarnya. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here