primaradio.id – Juara bertahan Premier League, Leicester City kembali harus menelan hasil buruk usai ditaklukkan Swansea City dengan skor 2-0. Kekalahan tersebut menjadi yang kelima kalinya secara beruntun sejak ditahan imbang tanpa gol Middlesbrough awal tahun lalu. Tak cukup sampai di situ, The Foxes juga gagal mencatatkan gol dalam enam laga terakhir di Premier League. Terakhir, anak asuh Claudio Ranieri mencatatkan satu gol saat menghadapi West Ham United di malam pergantian tahun baru.
Bahkan, Leicester berpeluang besar untuk menjadi juara bertahan yang langsung terdegradasi dari kasta tertinggi setelah Manchester City pada musim 1937/38. Betapa tidak, saat ini Leicester terperosot ke peringkat 17 klasemen sementara, dengan hanya berselisih dua poin dari tim juru kunci, Sunderland yang mengoleksi 19 poin.
Kondisi ini terbilang ironi setelah mereka berhasil menjadi juara Premier League dengan skema bertahan dan melakukan serangan balik mematikan. Namun sepertinya strategi tersebut sudah bisa dibaca pelatih lawan, sehingga membuat Leicester tak bisa mengembangkan permainan.
Awal tahun ini, Leicester memang belum sekalipun memetik kemenangan dan juga mencetak gol. Kendati demikian, manajemen klub masih mempercayai Ranieri dalam memimpin Leicester hingga akhir musim nanti. Bahkan, sejumlah pemain utama seperti Danny Drinkwater juga menegaskan bahwa Ia dan rekan-rekannya tetap mendukung Ranieri meski sedang dalam krisis. (joe)






