
primaradio.id – PT Jasa Marga tetap memperkirakan akan tetap terjadi aktivitas mudik lebaran di masa pandemi Covid-19, meskipun pemerintah sudah memberikan larangan kegiatan mudik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
GM Representative Office 3 Jasa Marga Transjawa Tollroad Regional Division, Hendri Taufik mengatakan, secara umum di masa pandemi Covid-19 apalagi ditambah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Surabaya Raya, ada penurunan sebanyak 49 persen untuk kendaraan yang melintas di jalan tol khususnya wilayah Surabaya Gempol.
Berdasarkan paparan inilah maka Jasamarga tetap melakukan antisipasi adanya kendaraan yang melakukan perjalanan mudik melintas di ruas tol yang dikelola jasamarga. Menurutnya puncak arus mudik lebaran diprediksikan terjadi pada tanggal 21 Mei 2020 atau H-3 Lebaran. Dimana sekitar 149.462 kendaraan akan meninggalkan kota Surabaya.
Dengan arah tujuan sisi selatan atau ke Pandaan –Malang sekitar 58 persen, atau 87.361 kendaraan. Kemudian mengarah ke arah Timur, ke Pasuruan, dan Probolinggo sebanyak 42 persen atau sebanyak 62.102 kendaraan, “ungkap Hendri saat konferenmsi pers secara virtual pada Kamis (14/5/2020).
Hendri melanjutkan, jumlah kendaraan yang menuju Surabaya diprediksikan akan ada 161.015 kendraan. Dari sisi selatan atau dari arah Malang sekitar 58 persen yaitu 94.114 kendaraan masuk ke Kota Surabaya. Dari Pasuruan atau Probolinggo yang masuk ke Surabaya sebanyak 66.902 kendaraan atau sekitar 42 persen.
“Angka-angka ini kami evaluasi dari pemantauan di gerbang utama yaitu Kejapanan Utama. Selain itu kami juga menitikberatkan pemantauan di gerbang utama yang lain di Sidoarjo 2, dan Waru Utama untuk Surabaya-Gempol, ‘tambah Hendri.
Meskipun aktivitas kendaraan saat periode mudik lebaran yang dimulai pada H-10 yakni mulai 14 Mei 2020 selama 22 hari sampai 4 Juni 2020 diperkirakan tidak seramai lebaran tahun lalu, namun Jasamarga tetap menyediakan fasilitas guna mendukung perjalanan pengguna jalan tol. Diantaranya dengan menambah jumlah gardu di pintu Kejapanan Utama menjadi 15 gardu di entrance tol. Ditambah 10 mobile Reader. Sedangkan di exit tol, untuk antisipasi lonjakan akan menyiapkan 15 gardu dan 10 mobile reader.
Sementara gerbang tol Sidoarjo 2 biasanya mengoperasikan 9 gardu, untuk masa lebaran ditambahkan enam unit mobile reader. Adapun di Waru Utama akan ditambah 8 gardu ditambah 4 mobile reader.
Hendri juga menuturkan di ruas Surabaya- Gempol, Jasamarga sudah mengelompokkan ada 4 titik berpotensi terjadi antrian atau kepadatan. Yakni di Gerbang tol Kejapanan Utama, Sidoarjo 1 dan Sidoarjo 2, rest area serta Waru Utama.
Sementara itu terkait pencegahan penularan Covid-19 di rest area, Agung Purwanto selaku Kepala Wilayah V Jatim PT Jasamarga Related Business menambahkan, pihak Jasamarga sudah melakukan screening dan membatasi jumlah kursi di lokasi rest area, serta mengatur jarak parkir kendaraan.
“Waktu istirahat dipersingkat jadi 30 menit, dan penhatiran jarak parkir kapasitas 50 persen kendaraan. Harapannya langka-langkah ini bisa mencegah penyebaran Covid-19, “imbuh Agung. (bee)





