primaradio.id – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur kembangkan klaster beras organik untuk menjaga kestabilan inflasi.Salah satunya melalui pengembangan klaster beras organik di Banyuwangi.
Kepala Tim Advisory dan pengembangan ekonomi yang juga menjabat sebagai Asisten Direktur Bank Indonesia perwakilan Jember Mohamad Lukman Hakim mengatakan, pengembangan klaster yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan cara membentuk konsentrasi wilayah usaha masyarakat. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi produk-produk unggulan daerah.

“Untuk wilayah Banyuwangi misalnya, salah satu produk unggulannya adalah beras organik. Makanya disini dikembangkan klaster beras organik, “ujar Lukman disela-sela acada Sosialisasi Peranan Bank Indonesia dan Diskusi Isu Strategis Daerah di Banyuwangi Selasa (25/4/2017).
Selain menjadi produk unggulan Banyuwangi, pengembangan klaster beras organik oleh Bank Indonesia adalah karena beras merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi. Selain jtu Banyuwangi juga merupakan lumbung padi nasional.
Lukman juga mengatakan sejak di lakukan pembinaan mulai tahun 2014, produksi beras organik Banyuwangi terus meningkat.

Pada 2016 saja, untuk penjualan beras organik mencapai Rp. 2,9 M. Di 2017 ditargetkan meningkat Rp6 M.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah pada Rabu (26/4/2017) melakukan panen perdana padi organik bersama kelompim tani di Mendo Sampurno Banyuwangi. Dalam kesempatan itu Difi mengatakan Bank Indonesia akan terus memberikan pendampingan guna meningkatkan produksi budidaya beras organik.
Bank Indonesia juga sedang berupaya memfasilitasi petani beras organik Banyuwangi mendapatkan sertifikasi internasional untuk peningkatan ekspor ke luar negeri.






