primaradio.id – Target pertumbuhan ekonomi 2016 yang mencapai 5,3 persen direspons positif oleh pelaku pasar. Pasalnya, Indonesia dinilai mampu bangkit pada tahun 2016 setelah berhasil tumbuh pada kuartal terakhir 2015.
Menurut Dekan IPMI International Business School Roy Sembel, mengatakan bahwa untuk mencapai target ini, pemerintah dinilai mesti fokus pada kredit produktif sektor perbankan. Kredit produktif ini sangat diperlukan agar target pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dapat tercapai.
Roy juga menambahkan saat ini banyak pihak yang terlalu mempersoalkan BI Rate, padahal seharusnya ekonomi sektor dalam negeri juga merupakan hal yang mutlak perlu diperhatikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor manufacturing untuk 2016 perlu didorong oleh pemerintah agar dipatenkan motor penggerak ekonomi nasional. Pemerintah perlu melakukan deregulasi guna mempermudah perizinan di sektor manufaktur baik di pusat maupun daerah.






