primaradio.id – Banyak orang melewatkan sarapan, baik karena terburu-buru berangkat ke kantor atau takut berat badan naik. Berikut empat alasan bahaya meninggalkan sarapan. Pertama, beresiko terkena diabetes. Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition mengatakan, perempuan yang melewatkan sarapan berisiko terkena penyakit diabetes. Perempuan yang rata-rata sarapan satu sampai enam kali per minggu berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang sarapan setiap hari.
Kedua, ancaman penyakit jantung. Studi di Journal Circulation menemukan, setiap hari sarapan dihubungkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit jantung pada pria rentang usia 45-82 tahun. Selain itu, studi ini menemukan, melewatkan sarapan meningkatkan risiko terkena hipertensi, resistensi insulin dan melonjaknya kadar gula darah. Ketiga, meningkatkan fungsi otak. Tinjauan 47 penelitian di Journal of American Diabetic Association menemukan, sarapan meningkatkan fungsi kognitif. Hal ini berhubungan dengan daya ingat yang meningkat dan nilai hasil ujian. Jadi, sarapan adalah langkah cerdas memulai aktivitas.
Keempat menurunkan berat badan. Penelitian Journal Obesity menemukan, orang yang sarapan berhasil menurunkan berat badan rata-rata mencapai 8 kg selama 3 bulan. Dalam penelitian tersebut, peserta lain diuji dengan mengonsumsi jumlah total kalori yang sama per hari, tapi sebagian besar asupan kalori dikonsumsi saat makan malam. Hasilnya, peserta tersebut hanya berhasil menurunkan berat badan 3 kg selama periode yang sama. (zum/nji)






