primaradio.id – Pemerintah Indonesia dikabarkan siap bekerja sama dengan Pemerintah China untuk meningkatkan ekspor pasokan minyak sawit mentah (CPO) ke China.
“Kita juga bahas kerja sama dalam konteks ekspor kelapa sawit. Jadi sekarang di Tiongkok sudah dikembangkan biodiesel kelas 5. Jadi untuk biodiesel ini memerlukan palm oil 5 persen dan oleh karena itu kebutuhan CPO Tiongkok berarti akan naik,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Menteri Retno menambahkan, antara Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping sudah menjalin kesepakatan mengenai ekspor tersebut dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Negri Tirai Bambu. Presiden Xi Jinping pun menanggapi positif ekspor komoditas CPO.
“Oleh karena itu mudah-mudahan ekspor kita di masa mendatang akan dapat ditingkatkan karena untuk mensupport biodiesel kelas 5 Tiongkok,” jelas Menlu.
Tidak hanya untuk peningkatan ekspor, namun Jokowi juga menawarkan Xi Jinping untuk menanam investasi industri turunan dari CPO di Tanah Air.
Saat pertemuan itu, Jokowi bersama Xi Jinping telah menyaksikan penandatanganan tiga dokumen kerja sama. Yang pertama yaitu pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok pada 2017-2021 yang ditandatangani oleh Menlu Retno bersama dengan Menlu China Wang Yi.
Dokumen kedua untuk penandatanganan dokumen Kerja Sama Ekonomi dan Teknik Tiongkok-Indonesia yang ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Zhong Shan.
Sementara kerja sama ketiga yang ditandatangani dalah fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional Tiongkok Hu Huaibang dengan nilai komitmen kerja sama sebesar 4,498 miliar dolar AS.
Sumber : Tempo






