primaradio.id – Salah satu strategi yang dikembangkan Bank Indonesia dalam menghadapi pelemahan Rupiah adalah dengan menggenjot produktivitas sektor UMKM agar dapat memperluas ekspor ke mancanegara.
Kepala Grup BI Jatim Harmanta saat beramah tamah dengan Gapoktan Al-Barokah di Bondowoso, Kamis (23/8) mengatakan, BI terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan ekspornya, seperti hasil pertanian dan industri kreatif.
Khusus untuk hasil pertanian, Jatim sendiri memiliki unggulan hasil pertanian berupa padi organik dan kopi.
Bondowoso menjadi salah satu penghasil beras organik dengan tiga tipe beras, yakni beras putih, beras merah dan beras hitam.
Klaster beras organik binaan BI Jember adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Al-Barokah, Desa Lombok Kulon Wonosari, Bondowoso.
Beras organik dari Bondowoso ini sudah siap diekspor karena awal 2018 ini kelompok tani tersebut sudah memperoleh sertifikasi internasional.
Prof Indah Prihantini pendamping Gapoktan dari Universitas Muhamadiyah Malang menambahkan, saat ini baru 20 hektar lahan yang mendapat sertifikasi internasional. 2019 ditargetkan 160 ha lahan yang akan memperoleh sertifikasi internasional.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Munandar mengatakan, selain beras organik, Bondowoso juga dikenal sebagai penghasil kopi jenis Arabika terbaik. Sebagai bentuk apresiasi, Bondowoso memproklamirkan diri sebagai Republik Kopi, dengan Bupatinya sebagai Presiden Republik Kopi Bondowoso. (bee)






