primaradio.id – Tekanan ekspor dan impor di Jawa Timur sepanjang tahun 2015 diyakini masih akan berlanjut tahun 2016 ini. Meskipun ada pertumbuhan di tahun 2016, diyakini tidak terlalu terlalu signifikan atau hanya pada kisaran 5-10 persen.
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan mengatakan bahwa untuk bisa tumbuh, pebisnis ekspor dan impor butuh kepedulian dari semua pihak. Terutama, pemerintah dalam hal kebijakan yang pemberian intensif kepada pelaku usaha.
Berdasar data GPEI Jawa Timur, eksport sepanjang Januari-Oktober hanya mencapai 14,585 miliar dolar Amerika. Nilai itu turun hingga 7,8 persen jika dibanding periode sama tahun 2014 sebesar 15,820. Begitu juga impor, Januari-Oktober 2015 baru mencapai 16,267 juta dolar Amerika, turun hingga 23,49 persen dibanding periode Januari-Oktober 2014 yang mencapai 21,2 juta miliar dolar Amerika.
Isdarmawan juga menambahkan, kondisi itu bukan hanya di Jawa Timur atau Indonesia. Tetapi juga terjadi di beberapa negara lain di Asia, termasuk Tiongkok, negara besar yang selama ini juga menjadi salah satu negara turuan ekpor terbesar Jawa Timur. Yang berpeluang untuk bisa bertahan dan tumbuh di tahun ini dan 2016 ini, adalah industri yang bahan bakunya dari dalam negeri. Seperti perhiasan, udang, ikan, furnitur dan beberapa industri lain.






