primaradio.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.
Dalam rilis resminya Kepala Stasiun BMKG Juanda, I Wayan Mustika mennyebutkan Jawa Timur pada umumnya telah memasuki musim penghujan pada November 2020.
Adanya pertemuan massa udara (konvergensi yang disertai perlambatan massa udara menyebabkan pembentukan awan-awan konvektif berupa awan Cumulonimbus yang Iebih intens.
“Hasil analis BMKG menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem di Jawa Timur,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).
Ia mengatakan, untuk waspadai curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat, berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep. Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kab. Malang, Kab Mojokerto.
Termasuk Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojoketo, Kota Pasuruan, Kota Probolmggo. Kab.Lamongan, Kab Lumajang. Kab Magetan, Kab Madiun, Kab Pacitan, Kab Sidoarjo, Kabupaten Situbondo. Kota Surabaya, Kab.Trenggalek, Kab.Tuban dan Kab Tulungagung.
Kondisi tersebut diprakirakan berlangsung hingga sepekan kedepan (25 November 2 Desember 2020).
BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti potensl banjir, tanah Iongsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon turnbang dan jalan licin. (bee)






