Home Ekonomi & Pemerintah Basha Market – PRISM: Sebuah Kontemplasi 5 Tahun

Basha Market – PRISM: Sebuah Kontemplasi 5 Tahun

1,314 views
0
SHARE
Salah satu tampilan instalasi di Basha Market-PRISM (Foto: Beatrix Christiana)

primaradio.id – Setelah berhasil mendatangkan kurang lebih 68 ribu pengunjung di Basha Market – Atlas Mei lalu, Basha Market hadir lagi dalam rangka hari jadinya yang ke-5. Kembali pulang ke Tunjungan Plaza Convention Center (TP 3 Lt.6), seperti pertama kali diadakan.

Basha Market suskes digelar dari 29 November- 1 Desember 2019. Perjalanan selama 5 tahun membuat Basha Market berkontemplasi mengenai tujuan awal dari diselenggarakannya acara ini yaitu turut memajukan dan fokus terhadap industri kreatif serta brand lokal Indonesia. Hal itulah yang melatarbelakangi Basha Market untuk pertama kalinya menghadirkan konten baru yang dikemas dalam bentuk talkshow. Para pelaku industri kreatif akan dengan luas membagikan cerita dan pengalamannya.

“Adanya sesi talkshow ini, kami berharap agar banyak yang terinspirasi dengan pembicara-pembicara yang kami undang. Karena kami mendatangkan tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari Bandung dan Jakarta,”ujar Christie Erin Harsono, Co-Founder Basha Market.

Basha Market kali ini mengambil tema besar PRISM, dimana semua ilustrasi akan berkaitan dengan tema tersebut mulai dari warna (hasil bias cahaya pada prisma) hingga bentuknya.

“Banyak instalasi multimedia seperti motion graphics, tetrison, hover screen, dan tentunya interactive photobooths yang memanjakan panca indera pengunjung, “ungkap Devina Sugono, Co Founder Basha Market ketika dikulik mengenai bocoran instalasi yang ada di Basha Market – PRISM. Tema ini sendiri memiliki makna yang filosofis, seperti sebuah prisma yang dipantulkan dengan cahaya putih dan menghasilkan bias pelangi. Hal itu yang diharapkan oleh Basha Market, dapat menjadi platform yang sehat untuk industri kreatif, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang selalu lebih baik.

Bradn lokal yang hadir di Basha Market-PRISM adalah hasil dari kurasi panjang selama kurang lebih dua bulan. Awalnya terdapat 900 brand dari seluruh Indonesia yang turut menbgirimkan profilnya, namun hanya 170 brand lokal saja yang telah lolos kurasi. Jumlah itu dapat dipersentasikan 80% terdiri dari fashion, beauty, kids and baby, dan home and living, serta 20% lainnya adalah kuliner.

“Beda banget sama 5 tahun lalu awal-awal kami merancang Basha Market pertama. Sekarang industri kreatif sangat berkembang, brand-brand lokal juga banyak banget yang bagus,”tambah Christie Erin Harsono.

Brand lokal yang terlibat di Basha Market-PRISM tidak hanya datang dari Pulau Jawa (Surabaya,Jakarta, Bandung, Semarang) saja, tapi juga ada dari Bali, Makassar,hingga Medan. Pada Basha Great (Opening Ceremony) Basha Market – PRISM juga menghadirkan dua industri kreatif yang juga sudah berjalan bersama-sama sejak awal yaitu Ittaherl (Bandung) dan Revolt Industri 9Surabaya).

Selain pop up market, instalasi photobooth, dan talkshow yang menjadi wajah baru Basha Market, akan tetap ada workshop yang dapat memberikan pengetahuan dengan intens kepada pengunjung. Pada Basha Market-PRISM aka nada 5 kelas workshop yaitu: Journaling Workshop, Copywriting, basic Shibori, Digital Miniature making 4D, dan How Radio is Profitable for Your Business. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here